SIDOARJO (SIBERINDO.CO) – Pecinta dan penikmat kuliner tentu tak asing dengan menu lontong kupang, khas kota udang Kabupaten Sidoarjo. Kehadiran Indonesian Chef Association (ICA) merambah Sidoarjo, terobsesi memecahkan MURI dengan membikin kupang lontong raksasa menjadi makanan sehat.
Ditemui usai pelantikan pengurus ICA BPC Sidoarjo di Hotel Luminor Sidoarjo, Senin (22/11/2021), duet Chef Andi Abidin dan Chef Ariyanto, selaku Ketua dan Sekretaris menyatakan, fakta itu yang membuat dirinya bertekad melakukan edukasi pada pelaku UMKM kuliner di Sidoarjo, khususnya yang menyajikan menu lontong kupang.
“Hasil survey dan pengamatan kami yang terbiasa makan lontong kupang, biasanya diberi degan, katanya supaya tidak alergi. Padahal, setelah saya amati masalahnya pada campuran bumbu petis yang kurang heginis, sehingga menimbulkan efek alergi,” kata Chef Ariyanto, saat ditemui wartatransparansi.com group siberindo.co, Rabu (24/11/2021).
Lanjut Ariyanto yang fokus pada konsentrasi healthy food, salah satu solusi untuk menghindari alergi saat makan kupang, petis harus dimasak terlebih dahulu dan tetap menemukan rasa khas petis sebagai bumbu utama.
“Tentu dari ICA Sidoarjo akan memberikan edukasi dan menggandeng UMKM. Lebih penting, kehadiran ICA di Sidoarjo bisa memberikan warna lain bagi penikmat kuliner mampu meningkatkan perekonomian masyarakat. Kami berharap, Bu Muhdlor (Ning Hj. Sa’adah Muhdlor Ali) selaku Ketua Dekranasda (Dewan Kerajinan Nasional Daerah) Sidoarjo bisa menjadi Pelindung ICA Sidoarjo,” tandas Ariyanto, didampingi Chef Andi, Chef Sunari (Bendahara) dan Chef Hari Purwanto (Media dan Promosi).
Mengenai obsesi pecahkan rekor MURI (Museum Republik Indonesia), Andi dan Ariyanto, berharap bisa terwujud saat rangkaian peringatan hari jadi Sidoarjo ke 164 tahun 2022 nanti.
Langkah awal, ICA Sidoarjo akan melakukan pendataan pedagang kupang lontong yang mangkal di tempat setrategis, foodcord hingga PK-5. Kemudian melakukan silaturrahmi ke instansi terkait, seperti Dinas Perdagangan dan Perekonomian, Dinas Koperasi dan UMKM, Dinas Kesehatan dan Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata, Sidoarjo.
“Doakan keberadaan ICA di Sidoarjo bisa memberikan kemanfaatan dalam situasi dan keadaan apapun. Setidaknya, dengan memberikan pendampingan cara memasak yang hygines (sehat) tentu konsumen bukan sekedar memburu nikmatnya rasa kuliner Sidoarjo, namun juga sehat. ICA tentu juga harus melakukan inovasi, produk kupang dalam berbagai menu masakan dan sajian hidangan makanan ringan,” ulasnya.
Tak hanya fokus pada lontong kupang, ICA BPC Sidoarjo juga akan mengangkat popularitas bandeng yang juga dikenal sebagai menu khas Sidoarjo. “Selama ini banyak orang takut makan bandeng karena durinya. Padahal kalau sudah diolah, pasti jadi menu luar biasa,” cetusnya.
Chef Ariyanto bertekad menyajikan menu berbahan bandeng ini sehingga bisa jadi santapan kelas menengah atas. “Kalau ada Chicken Karaage, kenapa kita gak bikin Bandeng Karaage? Ada Chicken Strip, nanti kita bikin Bandeng Strip. Kita juga olah bandeng jadi isi burger,” urainya penuh semangat.
Pernyataan ini didukung oleh Chef Andi Abidin. “Kami akan edukasi masyarakat sehingga bisa sajikan menu-menu khas daerah ini jadi makin dikenal luas. Bandeng atau lontong kupang tak hanya jadi main course, tetapi bisa juga jadi appetizer atau bisa pula jadi dessert,” tuturnya.
Chef Andi meyakini produk kuliner asal Sidoarjo banyak ragamnya sehingga bisa jadi pilihan bagi mereka yang suka wisata kuliner. “Kami akan rangkul semua pelaku kuliner Sidoarjo. Kami akan bikin mereka jadi chef-chef andal,” pungkasnya. (mat/ jtm)









