Magetan | jatim.siberondo.co – Festival Bambu Chapter 3 resmi berakhir. Penutupan event tahunan ini ditandai dengan pemukulan kentongan oleh Wakil Bupati Magetan, SuyaTNI Priasmoro, di Halaman GOR Ki Mageti, Minggu (21/06/2026). Tidak sekadar menjadi ajang pameran, festival ini membawa misi besar: mendorong hilirisasi bambu dan membangun budaya bersih lingkungan.
Dalam sambutannya, Kang Suyat (sebutan akrabnya red) menegaskan bahwa Festival Bambu merupakan langkah strategis untuk memetakan potensi bambu Magetan dari sektor hulu hingga hilir. Menurutnya, melimpahnya bahan baku bambu di Magetan harus diimbangi dengan tata kelola yang baik dan konektivitas dengan sektor industri.
“Festival ini bukan sekadar seremonial. Kita ingin potensi bambu yang melimpah ini terhubung langsung dengan industri, sehingga mampu mendongkrak kesejahteraan masyarakat Magetan secara nyata,” kata Kang Suyat.
Selain menyoroti potensi ekonomi hijau, Kang Suyat juga memanfaatkan momentum ini untuk menyelipkan pesan penting mengenai lingkungan. Ia mengajak masyarakat, terutama para orang tua, untuk menanamkan budaya hidup bersih dan disiplin mengelola sampah sejak dini kepada anak-anak.
“Kemajuan suatu daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisiknya, tetapi juga dari kebersihan dan kedisiplinan masyarakatnya,” tegasnya.
Acara penutupan yang berlangsung meriah ini juga diisi dengan pembagian hadiah kepada para pemenang berbagai lomba yang digelar selama festival berlangsung. Kemeriahan semakin memuncak berkat penampilan kreatif dan atraktif dari Kwartir Cabang (Kwarcab) Magetan yang sukses memukau penonton serta mendapat apresiasi luas dari pengunjung.
Melalui suksesnya gelaran Festival Bambu Chapter 3, Pemkab Magetan berharap dapat memantik kolaborasi yang lebih kuat antar-stakeholder. Targetnya jelas: mempercepat pertumbuhan industri bambu lokal sekaligus mewujudkan lingkungan Magetan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. (Rend)










