SURABAYA (SIBERINDO.CO) – Kongres tahunan Asprov PSSI Jawa Timur, 14 Juni 2023, di Hotel Sheraton Surabaya, fokus melahirkan kurikulum Sekolah Sepakbola (SSB) supaya menyamakan Filanesia Nasional dengan Filanesia Jatim.
“Selain program tahunan menjalankan 11 program hasil sarasehan PSSI awal kepengurusan Erick Thohir, maka lebih fokus lagi untuk melahirkan kurikulum SSB untuk menyamakan Filanesia Nasional dengan Filanesia Jatim,” kata Ketua Asprov PSSI Jatim, Ahmad Riyadh UB PhD, Selasa (13/6/2023).
Menurut Riyadh, PSSI memberikan 11 progam untuk dijalankan Asosiasi Provinsi (Asprov) demi pengembangan sepak bola yang ada di Indonesia. Kesebelas program itu ialah, Liga 3 Provinsi, kompetisi Suratin U-17 dan U-14, sepak bola akar rumput putra dan putri untuk usia U-9, U-10, U-11, dan U-12, kompetisi usia muda putri (Pertiwi U-14), Piala Pertiwi senior, pembaruan (update) registrasi pemain, pelatih, dan wasit dalam sistem PSSI.
Riyadh menjelaskan, kesebelas program hasil sarasehan untuk Asprov PSSI Provinsi itu, sudah disusun dalam program lebih tehnis lagi. “Tetapi yang tidak kalah penting untuk mendukung Filosofi Sepakbola Indonesia (Filanesia), maka PSSI Jatim bersama sejumlah pelatih menyiapkan kurikulum untuk SSB dengan menyamakan dan mendukung Filanesia,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pengurus Asprov PSSI Jatim sudah melakukan diskusi-diskusi kecil dengan Joko “Getuk” Susilo, M Zein Al Hadad (Mamak), Hanafing, Uston Nawawi, dan sejumlah pelatih A-Pro, dengan harapan mampu melahirkan pemain nasional ke depan sudah sesuai dengan filosofi sepakbola Indonesia. (mat/ jtm)










