Magetan | jatim.siberindo.co – Alun-alun Magetan menjadi pusat perhatian saat ratusan peserta mengikuti upacara peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia, pada Jumat pagi (3/1/2026).
Momentum tersebuy ditegaskan sebagai pijakan krusial dalam merajut kerukunan umat beragama guna mendukung visi Indonesia Emas 2045. Peringatan tahun ini mengusung tema “Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju”. Tema tersebut dinilai selaras dengan misi Asta Cita di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Bupati Magetan, Nanik Endang Rusminiarti, yang bertindak sebagai Inspektur Upacara, menyampaikan pesan mendalam mengenai pentingnya stabilitas sosial di tengah keberagaman. Dalam amanat Menteri Agama, Bupati Magetan menekankan bahwa kerukunan bukan sekadar situasi tanpa konflik, melainkan sebuah energi penggerak pembangunan.
”Kerukunan adalah sinergi yang produktif. Perbedaan identitas, keyakinan, dan latar belakang sosial harus dirajut menjadi kekuatan kolaboratif untuk menggerakkan kemajuan bangsa,” ujar Bupati Nanik saat membacakan sambutan resmi.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa moderasi beragama kini menjadi sebuah keharusan, bukan lagi sekadar pilihan, demi mewujudkan tatanan masyarakat yang damai dan kompetitif.
Upacara tidak hanya menjadi ajang seremoni, tetapi juga bentuk apresiasi terhadap prestasi insan Kemenag di Magetan. Seperti penganugerahan Penghargaan kepada sejumlah ASN Kemenag yang telah menunjukkan dedikasi tinggi dan siswa berprestasi.
Melalui peringatan HAB ke-80 ini, Kemenag Magetan berkomitmen untuk terus menjadi garda terdepan dalam menjaga keharmonisan, memastikan bahwa kerukunan umat tetap menjadi fondasi utama bagi stabilitas nasional. (Rend)










