oleh

Edukasi TBC, Politisi PDIP Kota Kediri Gelar Sosialisasi

FOTO : Sosialisasi Perda nomor 8 Tahun 2020, Kota Kediri, saat berlangsung di Aula Kelurahan Setonopande.

.
KEDIRI- Temuan penyakit tuberkolusis atau TBC pada masa pandemic Covid 19 yang dirasa minim,  menjadi perhatian serius anggota DPRD Kota Kediri dari fraksi PDIP Perjuangan Regina Nadya Suwono. Dalam agenda rutin DPRD sosialisasi produk hukum ini, dirinya lebih memilih Perda nomor 8 Tahun 2020, Kota Kediri, tentang penanggulangan Tuberkulosis dan Human Immunnodeficiency Virus.

.
“Saya hanya ini memberikan sosialisasi pada masyarakat, selain covid 19, juga ada penyakit menular lainya yang juga berbahaya dan mematikan agar masyarakat lebih berhati-hati, karena saat ini Sdm Tenaga Kesehatan masih focus penanganan covid 19” kata Regina, saat dihubungi, Kamis (6/5)

Baca Juga  Pemuda Lamongan, Kembali Mengabdi Berkontribusi

.
Selain itu, Regina mengungkapkan, Perda ini selaras dengan program Presiden RI Joko Widodo agar Indonesia pada tahun 2030 nanti terbebas dari penyakit TBC. Sehingga, Perda ini sangat penting untuk disosialisasikan kepada masyrakat sebagai antisipasi tertunlarnya penyakit yang cukup berbahaya ini,

.
“TBC ini peringkat dua didunia, indonesia itu nomer 2 penyintasnya, pak jokowi punya program tahun 20-30 indonesia harus bebas dari TBC , nah jika tahun 2030 kita harus bebas dan tahun 2021 masih disibukkan dengan covid 19 ini yang menjadi PR pemerintah daerah dan msayakat setempat” terangnya

Baca Juga  Antisipasi Varian Omicron, Polda Jatim Laksanakan Giat Patroli KRYD

.
Lebih lanjut, Regina mengatakan jika Perda yang saat ini dia sosialisasikan berisi bagaimana cara pemerintah menanganinya , manajemennya bagaimana, serta bagaimana cara melakukan tracing, sehingga masyarakat juga dapat lebih mengenali ciri-ciri penyakit ini.

.
” Ini tujuannya, agar penyakit tidak berkembang di Kota Kediri, karena kita pengen 2030 indonesia bebas TBC.”tandasnya.

.

Sementara itu, Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Kediri, dr Alfan Sugiyanto, mengungkapkan, jika dimasa pandemi semua kasus penyakit diluar covid 19 agak terbengkalai. Misalnya, terkait penyakit TBC ini, dirinya mengakui gagal mentracing. Ada beberapa hal yang menjadi penyebab diantaranya, banyak masyarakat enggan kepuskesmas karena takut di Covidkan,

Baca Juga  Fasilitasi Pelaku Usaha Ultramikro, Pemkab Lamongan Berikan 250 NIB

.
“Pada tahun 2019 lalu kita berehasil mentracing sebanya 860, sedangkan 2020 kita hanya 560, secara teori dikota Kediri ini 238/100 ribu penduduk. Artinya, jika jumlah penduduk di kotya Kediri ini 300 ribuan seharusnya kurang lebih 1119 jumlah penderitanya” kata Alfan.

.
Untuk itu,langkah mensosilaisasikan Perda ini adalah langkah yang cukup bagus. Karena, dalam mengatasi penyakit ini tidak mampu jika hanya dilakukan eksekutif.

.
” Peran legislative juga sangat dibutuhkan” tandasnya.(*/jyb/ary)

News Feed