LAMONGAN | Siberindo.co – Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Sirojut Tholibin di Dusun Genceng, Desa Takeranklanting, Kecamatan Tikung, Kabupaten Lamongan, mengadakan kegiatan Khotmil Alquran dan Imtihan ke-06 dengan menerapkan metode Ummi pada Minggu (28/01). Acara ini diselenggarakan dengan penuh kekhidmatan dan dihadiri oleh seluruh santri dan wali santri yang berhasil menyelesaikan proses khataman Alquran.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut pengurus koordinator dari lembaga Ummi Lamongan, dewan guru, dan rekan santri yang merayakan keberhasilan tersebut. Selain Khotmil Alquran, pesantren juga menyelenggarakan program tartil dan tahfidz juz 29 dan 30. Sebanyak 15 santri telah berhasil menyelesaikan kegiatan tersebut, sementara santri lainnya diharapkan akan menyusul.
Sebelum memasuki tahapan khataman, para santri menjalani serangkaian pembelajaran, melibatkan pembukaan, apersepsi, penanaman konsep, pemahaman konsep, latihan dan ketrampilan, evaluasi, dan penutup.
Dalam proses imtihan, santri-satri diajak untuk berdialog seputar tartil (perlahan dan jelas), fashohah (kefasihan ucapan), ghorib (bacaan yang asing dan sulit), tajwid (hukum membaca Alquran), dan hafalan, yang dipandu oleh Ummi.
Ust Moh. Suhadak, Pengasuh TPQ Sirojut Tholibin, dengan semangat menyampaikan tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan standar bacaan santri terkait Alquran. “Dengan pelaksanaan khataman ini, diharapkan para santri melalui program ini mampu menguasai Alquran dengan baik dan sesuai standar bacaan,” ujarnya.
Lebih lanjut, dia menegaskan bahwa visi Metode Ummi adalah menjadi lembaga terdepan dalam melahirkan generasi Qur’ani. “Metode ini tidak hanya mencetak hafidz-hafidz Alquran berkualitas, tetapi juga menjadi contoh bagi lembaga-lembaga lain dalam pengembangan pembelajaran Alquran yang mengutamakan kualitas dan kekuatan sistem,” imbuhnya.
Dengan semangat ini, Pondok Pesantren TPQ Sirojut Tholibin berkomitmen terus meningkatkan dan mengembangkan pembelajaran Alquran demi mencapai visi tersebut. (RB)










