oleh

Dimediasi Polrestabes Sengketa SMK Prapanca 2 Berakhir Damai, Siswa Siap Belajar Merdeka 

SURABAYA (SIBERINDO.CP) — Sengketa antara mantan Kepala Sekolah SMK Prapanca 2, H. Soewandi dengan Yayasan Pendidikan Wartawan Jawa Timur (YPWJT) hingga berbuntut penyegelan gedung sekolah berakhir damai, setelah dimediasi oleh Polrestabes Surabaya.

Sesuai agenda, Senin (4/9/2023) pagi, gembok dibuka oleh Soewandi Kepala Sekolah lama, dengan disaksikan Kapolrestabes Surabaya dan jajaran, pengurus YPWJ, guru dan wali murid SMK Prapanca 2.

Keikhlasan Soewandi membuka gembok sekolah, adalah hasil kesepakatan antar pihak yang dimediasi oleh Kasatreskrim Polrestabes Surabaya.

“Terimakasih kepada semua pihak, terutama Polrestabes Surabaya yang telah menginisiasi mediasi, sehingga ditemukan kesepakatan. Ini sangat berarti bagi siswa untuk melanjutkan proses belajar – mengajar di sekolahnya sendiri. Sekali lagi, kami apresiasi Polrestabes Surabaya yang memiliki komitmen tinggi terhadap kelangsungan proses belajar – mengajar siswa,” ujar Lutfil Hakim, pembina YPW Jatim, Ahad (3/9/2023) petang.

Baca Juga  Komisi 1 DPR Puji Jenderal Dudung Sebagai Jenderal Santri yang Peduli Kesulitan Rakyat

Menurut Cak Item, panggilan akrab Lutfil Hakim, Polrestabes Surabaya sudah membuktikan bahwa menyiapkan generasi emas di tahun 2045 harus dimulai dari sekarang. “Setiap siswa berhak untuk menjalani proses belajar merdeka, sehingga diharapkan lebih matang menyongsong masa depannya,” tambah Cak Item yang juga Ketua PWI Jatim.

Sementara, Kapolrestabes Surabaya Kombespol Pasma Royce melalui Kasat Reskrim AKBP Mirzal Maulana mengatakan, kedua pihak sepakat damai. Segala perselisihan telah diselesaikan secara kekeluargaan dan tidak ada tuntutan apapun.

Baca Juga  Puluhan Ribu Masyarakat Tegal dan Brebes Padati Kampanye Akbar Prabowo-Gibran

“Jadi atas petunjuk Bapak Kapolrestabes yang peduli terhadap nasib para siswa, diadakan mediasi ini. Alhamdulillah kedua pihak dengan kepala dingin sepakat bersama-sama membuka gembok pagar pintu SMK Prapanca 2 pada Senin (4/9/2023),” kata AKBP Mirzal.

Atas perdamaian kedua pihak yang sepakat mengakhiri sengketa ini, puluhan siswa yang sebelumnya mengungsi di salah satu ruang Kampus Stikosa-AWS untuk belajar, bisa kembali duduk di kelas masing-masing pada Rabu (6/9/2023).

“Hari Rabu, tanggal 6 September 2023 dilaksanakan upacara untuk serah terima sekaligus dimulai kembali proses pembelajaran,” pungkas AKBP Mirzal.

Baca Juga  Rakornas Stabilisasi Bapok, Mendag: Kebutuhan Puasa dan Lebaran Terkendali

Untuk diketahui, masalah tersebut muncul setelah mantan Kepala Sekolah SMK Prapanca 2 sebelumnya, Soewandi diberhentikan pihak YPW Jatim, karena usianya sudah 60 tahun.

Soewandi lalu menggembok sekolah, sehingga sejak 2021 para siswa tidak bisa belajar di gedung SMA Prapanca 2.

Polrestabes Surabaya, cepat merespon dengan mempertemukan kedua pihak untuk berembuk secara kekeluargaan demi pendidikan para siswa.

Kasi Humas Polrestabes Surabaya AKP Haryoko Widhi membenarkan bahwa sengketa SMK Prapanca berakhir damai, dan kedua belah pihak sepakat pada hari Senin 4 September 2023 membuka gembok pagar. (mat)

News Feed