Surabaya (WartaTransparansi.Com) – Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur Muhammad Sarmuji menyatakan, ekonomi Jatim stabil meskipun harus diakui selama Pandemi Covid-19 ikut berkontribusi melemahnya di berbagai sektor kehidupan masyarakat seperti pariwisata, industri maupun keuangan.
Namun masih ada beberapa yang dianggap bertahan, bahkan tumbuh positif meski tingkat pertumbuhanya tidak deras yakni bidang pertanian, ekspor furniture dan perdagangan antar provinsi.
“Ini juga didukung oleh situasi keamanan Jatim yang sangat kondusif. Apalagi, jajaran Forkopimda Jatim dibawah Gubernur Khofifah Indar Parawansa kompak,” kata M. Sarmuji dalam talkshow yang ditayangkan Golkar JatimTV, Rabu (30/12/2020) malam.
Talkshow dengan tajuk catatan akhir tahun 2020, sebuah pandangan Ketua Golkar M. Sarmuji, dipandu Cici Esti Nalurani, pengurus Golkar Jatim yang membidangi masalah ekonomi.
Cak Sar — panggilan akrabnya, juga memberikan catatan bahwa angka kemiskinan di Jatim masih diatas rata rata nasional yakni 11,9 persen. Sedangkan angka nasionalnya 11,7 persen.
“Dari berganti-ganti Gubernur, angka kemiskinan Jawa Timur selalu tinggi. Dan ini menjadi PR Pemprov bersama,” jelasnya, ditambahkan IPM (Indek Pembangunan Manusia) cukup baik diatas 70 persen, ini luar biasa.
Cak Sar menyebut, diawal pandemi sekitar bulan Februari-Maret lalu, pertanian belum panen. Namun pada kwartal kedua sudah mulai panen. Saat itu, BPS (Badan Pusat Statistik) mencatat ekonomi Jatim tumbuh 3,0. Angka ini sebenarnya sudah turun, tapi masuk kwartal kedua sudah mulai panen.
Lalu pada kwartal ketiga, masih musim kemarau, tapi petani masih bisa bertanam sehingga petani bisa panen dua kali dalam setahun. Juga tebu mulai tanam, panen sampai harga gula cukup baik. Sektor pertanian menjadi penyangga ekonomi Jatim.
“Angka 3,0 ini sesungguhnya sudah turun sebab sebelumnya di atas 5,9. Tapi sekarang ini sudah naik lagi. Penyebab pelambatan pertumbuhan di picu sektor pariwisata, keuangan mulai sulit, masyarakat kelas menengah tidak mau membelanjakan uangnya, sedangkan masyarakat bawah kebutuhan dasarnya tidak tercukupi, “ ulas Sarmuji, anggota Komisi Xl DPR RI.
Pertumbuhan ekonomi Jatim juga dipicu di sektor ekpor dan perdagangan antar Provinsi, terutama furnitur. Juga permintaan dalam negeri. Ini aneh. Mungkin juga karena banyak orang bekerja di rumah (WFH), masyarakat lalu memperhatikan kursinya harus ganti.
Pemprov Jatim harus mempetakan negara negara mana saja yang membutuhkan produk dari Jatim, apakah Eropa, Cina atau Amerika. Perdagangan antar provinsi juga menentukan terutama provinsi yang Covidnya rendah.
Perlu dicatat bahwa untuk Indonesia timur, kebutuhan telor itu dipasok dari Jatim. “Produksi telor kita cukup besar.Ini perlu penetrasi,” tegas dia.
Dalam kesempatan itu, Cak Sarmuji juga mengapresiasi Pemprov Jatim beserta aparat keamanan Polda Jatim, Kodam V Brawijaya serta penyelenggara Pilkada KPU dan Bawaslu di mana pilkada 19 kabupaten/kota di Jatim berjalan aman dan lancar.
Padahal sebelumnya hasil komunikasi dengan intelejen dan aparat keamanan di Jatim ada daerah daerah yang dipetakan memiliki potensi terjadinya rawan konflik. KPU Jatim juga mempetakan hal yang sama.
Sinergitas Gubernur Ibu Khofifah Indar Parawansa dengan Kapolda dan Pangdam V Brawijaya sangat bagus.
Terbukti dari 19 kabupaten/kota yang menyelenggarakan Pilkada tidak ada konflik secara politik. Soal setelah pemungutan suara, lalu ada yang melakukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK), itu adalah dinamika. San itu bagus sekali.
Meski dalam Pilkada ini bagi paslon dirasa sangat berat karena tidak bisa leluasa bertemu masyarakat, semuanya dilakukan dengan baik. Penerapan prokes (protokol kesehatan) terpenuhi, juga tanpa klaster pilkada. Dan paling penting adalah masyarakat punya kesadaran yang tinggi bahwa Pilkada adalah hajatan kita bersama. Itu point pentingnya.
Menurut Sarmuji, Pilkada di tengah Pandemi, adalah adu strategi. Penggunaan medsos menjadi penentu kemenangan. Siapa yang mampu menerapkan strategi baik lewat udara maupun darat, dialah yang menang. (mat/jtm)










