Magetan |Jatim.Siberindo.Co – Beredar kabar terkait harga sewa stand dalam rencana Pekan Raya Magetan tahun pada 29 Juni sampai dengan 5 Juli 2022 di GOR Ki Mageti Kabupaten Magetan, menuai kontroversi dan Viral di Media Sosial (Medsos). Acara yang bertajuk pemberdayaan UMKM tersebut mendapat banyak komentar dan menjadi perbincangan hangat warganet karena mahalnya harga stand.
Sesuai selebaran layout Pekan Raya Magetan yang terpampang di media social itu, terpatok harga sewa stand untuk beberapa fitur mulai dari 2-5 juta rupiah. Stand Kuliner Rp 2 juta, Multi Produk Rp 2,5 juta, dan stand Sponsor dan Perbankan sebesar Rp 5 juta.
“UMKM yang mana beromzet bersih segitu…?, banyak kawan UMKM yang ingin bergabung, tapi terkendala sewa stand untuk pamerkan produk mereka,” ujar warganet, dikutib dari Agus Lekpong Widodo, Senin (27/6/2022).
Banyak cuwitan dan kritikan masyarakat atas beredarnya selebaran Pekan Raya Magetan tersebut. Simpang siur informasi, masih menjadi pertanyaan sejumlah masyarakat, khususnya dari pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah.
“Kudu digenahne iki (Harus dijelaskan ini)…. Dasar angka sewa segitu itu keputusan EO atau dinas terkait. Jangan sampai karena semua EO yang ngurusi, trus keputusan final sewa stand menjadi tidak bisa dinikmati oleh UMKM lokal. Jadinya nanti malah pedagang diluar Magetan yg menikmati,” celoteh Ahmad Wiryo Stiawan, yang ikut mengomentari berita di medsos tersebut.
Bahkan, ada salah satu akun dengan nama Gunadi Gunadi juga mengatakan, bahwa pihaknya menerima laporan dari para pedagang di Pasar Sayur Magetan, pedagang disediakan stand gratis untuk memamerkan produk usahanya. Namun, endingnya para pedagang dimintai dana Rp.300 ribu untuk menempati stand tersebut.
“Hari ini ada laporan masuk dari pedagangku, di pasar sayur yang awalnya di tawari stand gratis dan minta surat keterangan ke paguyuban , ternyata ending nya di mintai dana 300 ribu. Terpaksa anggota pedagangku membatalkan untuk ikut berjualan di stand tersebut,” ungkapnya.
Sementara itu, saat dimintai keterangan kepada dinas terkait yang membidangi UMKM yaitu Dinas Koperasi (Dinkop) Kab Magetan, Kartini membantah dan menjawab dengan singkat, bahwa pihaknya (Dinas Red) tidak terlibat dalam rencana acara Pekan Raya Magetan, yang notabennya akan dikelola oleh salah satu Event Organizer (EO). “Perlu kami sampaikan bahwa, kita tidak ada sangkut pautnya dengan kegiatan tersebut,” pungkasnya. (Ren/Red)










