oleh

Perihatin Atas Kondisi Bangsa, DHD 45 Jatim Ziarah TMP

 

SURABAYA, SIBERINDO – Peringatan hari ulang tahun (HUT) ke 61 Organisasi Badan Pembudayaan Kejuangan 45, dirayakan dengan sederhana. Selain ziarah ke Taman Makam Pahlawan (TMP) 10 Nopember di TMP Mayjen Sungkono, pengurus DHD 45 Jawa Timur juga melakukan tasyakuran, pada Sabtu (20/3/2021).

Ziarah ke TMP dipimpin Sekretaris Umum DHD 45 Jawa Timur Dr. Fajar Budianto, mewakili ketua umum, diikuti seluruh pengurus, dan  karyawan SMP Gema 45 Surabaya (Lembaga Pendidikan dibawah naungan DHD 45) yang diawali dengan upacara dilanjutkan potong tumpeng.

Sambutan Ketua Umum Dewan Harian Nasional (DHN) 45 Letjen TNI (Purn) Dr. H. Ramli Hasan Basri dibacakan Fajar Budianto, dengan tema “Tegaknya Demokrasi Pancaila Demi Terjaganya Nilai Persatuan dan Kesatuan Bangsa”.

“Tema ini sangat penting  ditampilkan, karena secara jelas dapat  kita kita rasakan bagaimana nuansa Demokrasi Pancasila yang selayaknya kita cita – citakan menjadi pedoman berbangsa dan bernegara berjalan terseok-seok,” ucapnya.

Baca Juga  Bayi 2.5 Tahun di Bojonegoro Menderita Tumor Mata Sejak Usia 7 Bulan

Bangsa ini, kata Ramli Hasan Basri, seolah kehilangan jatidiri, merusak mental, moral, dan norma dalam sendi-sendi kehidupan Bangsa. Bahkan telah mengancam ke-Bhinneka Tunggal Ikaan dan Nilai-nilai Persatuan dan Kesatuan Bangsa Indonesia.

Dalam demokrasi, kata dia, musyawarah untuk mufakat sangat diharapkan. Karena setiap keputusan  dapat dicapai dengan mufakat. Sebaliknya jika tidak tercapai mufakat, maka  keputusan dapat ditempuh melalui pemungutan suara.

Dalam buku  Pancasila (2012) karya Suparman, dalam bentuk negara modern,  kekuasaan politik dapat dijalankan secara baik manakala di dalam  penyelenggaraan pemerintahan menggunakan prinsip dan sistem  demokrasi.

Penggunaan sistem demokrasi dalam penyelenggaraan  kekuasaan negara adalah mutlak. Untuk itu Negara Kesatuan Republik  Indonesia (NKRI) telah menggunakan sistem demokrasi yang sangat tepat  bagi bangsa Indonesia yang Bhinneka Tunggal Ika, adalah Demokrasi  Pancasila.

Baca Juga  Berita Terkini: Polres Magetan Tetapkan 3 Tersangka Kasus MSI, Ungkap Perampokan Sadis Seorang Nenek

Ramli Hasan Basri menyatakan, persatuan  dan kesatuan merupakan hal penting yang harus dimiliki tiap negara.  Tanpa persatuan dan  kesatuan, sebuah negara akan mudah terombang ambing, jelasnya.

Mencermati situasi dan kondisi akhir-akhir ini, Ketua Umum Dewan Harian 45 Ramli Hasan Basri mengaku sangat perihatin.

Keprihatinan itu didasari atas banyaknya kebijakan/policy  pemerintah dalam bidang IPOLEKSOSBUD HANKAM, secara kasat mata  tidak berjalan sebagaimana mestinya terutama soal Penegakan  Hukum (law enforcement) yakni berlaku hukum belah bambu,  sebelah diinjak dan sebelah lagi diangkat ke atas dan hukum tajam ke bawah serta tumpul ke atas.

Sementara perilaku koruptif dari para elit politik, bahkan sampai kepada para pembantu Presiden, tanpa malu melakukan tindakan korupsi dalam masa  pandemi Covid-19 disaat rakyat kecil dengan susah payah bergulat  mempertahankan hidup di masa sulit ini.

Baca Juga  Di Pacitan Rumah Warga Lenyap Tersapu Longsor

Hal yang lebih miris lagi adalah  pembiaran yang dilakukan oleh negara atas terpecahnya bangsa ini,  seakan-akan pemerintah/Presiden hanya milik sekelompok orang yang  menjadi relawan dan pendukung Presiden saat Pemilu yang lalu dan  menganggap kelompok yang mengkritisi bukanlah sebagai bahagian dari  rakyat yang semestinya sama-sama sebagai anak bangsa.

Ramli Hasan Basri menyatakan, organisasi badan pembudayaan kejuangan 45 merupakan kekuatan  moral (moral forces) dengan visi dan misi melaksanakan sosialisasi dan  pembudayaan Jiwa, semangat, dan nilai-nilai kejuangan 45 sebagai nilai nilai kejuangan Bangsa Indonesia. (mat/jtm)

News Feed