oleh

Penghargaam LPPD dan EKPPD Kado HUT Jatim

Oleh Djoko Tetuko Abd Latief MSi

Pimred Wartatransparansi.com

Djoko Tetuko Abd Latief

Walaupun Hari Ulang Tahun Pemerintah Provinsi Jawa Timur sudah 5 hari lalu, tetapi keberhasilan memperoleh penghargaan Capaian Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) Tahun 2018 dari Kementerian Dalam Negeri, merupakan kado sangat istimewa.

Sebagaimana diketahui
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menyerahkan secara langsung Penghargaan Capaian Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) Tahun 2018 atas Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EKPPD) Tahun 2019 dari Kementerian Dalam Negeri kepada 38 Kepala Daerah Kab/Kota se-Jatim di Gedung Negara Grahadi pada Jum’at (16/10) sore.

Gubernur Khofifah Indar Parawansa di hadapan seluruh Bupati dan Walikota yang hadir sore itu, meminta agar Penghargaan Capaian LPPD Tahun 2018 ini bisa dijadikan modal untuk meningkatkan kualitas program dalam membangun keberseiringan antara Pemerintah Pusat, Provinsi hingga ke Kabupaten dan Kota.

BACA JUGA:  Sejarah Kelam G30S/PKI, Masihkan Ada Nafsu “Saling Membunuh”

Bahkan atas capaian gemilang ini, Gubernur Khofifah pun tak pelak memuji seluruh Kepala Daerah atas kinerjanya selama ini yang telah mendapat penilaian dari Kemendagri dengan status sangat tinggi. Gubernur Khofifah juga menyatakan bahwa keberhasilan itu bukti sekaligus modal untuk menseiringkan antara seluruh visi misi pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/kota.

Keberhasilan melaksanakan LPPD bukan sesuatu yang mudah, tetapi membutuhkan sinergisitas sangat tinggi antara Pemerintah Kabupaten atau Pemerintah Kota dengan Pemerintah Provinsi, ini menjadi tugas tidak ringan Gubenrur Khofifah mempertahankan dan meningkatkan lebih baik lagi, terutama tiga kabupaten terbaik, Banyuwangi, Sidoarjo dan Pasuruan.

Atas prestasi tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Timur seyogyanya mendapatkan penghargaan Parasamya Punakarya Nugraha untuk ketiga kalinya atas capaian peningkatan kinerja LPPD terbaik pertama secara nasional.

BACA JUGA:  Tobat! Obat Mujarab Hadapi Wabah dan Musibah

Tentu saja prestasi jauh lebih hebat dan bermartabat, jika memperkuat kesepahaman bersama antara Pemkab/Pemkot se Jatim dengan Pemprov, lebih konsisten melaksanakan program kebersamaan dalam banyak hal, terutama menyangkut kesejahteraan masyarakat Jatim dengan potensi basis ekonomi lokal di daerah masing-masing.

Mengingat Jatim sampai detik ini masih mempunyai angka kemiskinan sangat siginifikan, yaitu sekitar
4.056,00 ribu jiwa (10,20 persen) dari jumlah penduduk Jatim.

Provinsi dengan segudang prestasi, masih mempunyai warga miskin sekitar 10. 20 merupakan pekerjaan maha berat. Sebab, penghargaan dan prestasi itu tidak berguna bahkan hanya sekedar sebuah trophy jika angka kemiskinan masih tinggi.

BACA JUGA:  Sang Wakil Rakyat Hebat Itu, Berani Ingatkan Wartawan

Gubernur Khofifah sudah mengingatkan bahwa setiap Kepala Daerah agar melakukan Reformasi Sistem Sosial Nasional. Dirinya menekankan kesamaan visi misi pemda dengan pusat akan reformasi sistem kesehatan nasional serta sistem penangan bencana dan sebagainya.

Peringatan itu sangat tepat sebagai tugas pemimpin lebih atas kepada mitra kerja si daerah, dalam menjawab tantangan terhadap berbagai persiapan sosial, terutama kesehatan, pendidikan, dan kemiskinan.

Ingat! Setelah mendapat kado, bukan berarti berpangku tangan. Tetapi terus meningkatkan kinerja lebih fokus dan lebih baik. “Setiap kita adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan diminta pertanggungjawaban. Terutama pemimpin hasil pemilihan rakyat langsung, seperti Gubernur, Bupati, dan Wali Kota. Jangan sampai menumpuk penghargaan dan prestasi membiarkan warga masih miskin dan kekurangan. (@)

News Feed