Magetan | Jatim,Siberindo,Co – Memasuki Hari Raya Idul Fitri yang ke-8 atau disebut dengan Lebaran Ketupat, warga Naudlatul Ulama (NU) Dusun Joso Desa Turi Kecamatan Panekan Magetan Jawa Timur, menggelar Wisata Kampung Ketupat Joso, pada hari Senin (9/5/2022).
Wisata Ketupat Joso tersebut merupakan salah satu tradisi perayaan di bulan Syawal, yang dirayakan pada 8 Syawal 1443 Hijriyah. Hal ini dipercaya oleh masyarakat NU Magetan sebagai penanda berakhirnya puasa sunah di bulan syawal setiap tahunnya.
Tak heran, kampung wisata ketupat Joso Turi Panekan ini terdapat ribuan ketupat yang tergantung di sepanjang jalan. Selain itu, masyarakat juga menyediakan meja tempat sayur lodeh atau opor lengkap dengan sambal pecel, sebagai icon Kampung NU Turi Panekan Magetan.
“Setiap kampung NU ada iconnya, disini identik dengan ketupat. Berbeda lagi ditempat lain, akan beda icon lagi,” kata KH. Mansyur, selaku Ketua PCNU Kabupaten Magetan.
Bupati Suprawoto yang ikut hadir menyambut baik perayaan tersebut. Menurutnya, event tahunan wisata lebaran ketupat ini menjadi multiplier effect bagi pertumbuhan ekonomi warga sekitar. “Selain dapat mempererat tali silaturahmi, event seperti ini bisa mendatangkan orang kesini dan belanja disini. Sehingga akan terjadi perputaran ekonomi atau multiplier effect,” ungkap Bupati Magetan, Senin (9/5).
Selain itu, Bupati Suprawoto juga meresmikan gedung MCWNU Panekan, sekaligus menyaksikan langsung pelantikan ranting NU se-Kecamatan Panekan oleh Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Timur K.H Marzuki Mustamar.
“Semoga, dengan wisata ketupat ini dapat menggali kreasi baru untuk menumbuhkan ekonomi dan sektor budaya di masing-masing daerah. Ribuan ketupat gratis ini bisa mendatangkan banyak wisatawan sepanjang tahun, jika per orang mengeluarkan uang kurang lebih 500rb untuk menyediakan ketupat gratis, tentunya dengan banyaknya wisatawan yang datang bisa mendatangkan uang lebih dari 500rb,” ujar Bupati Magetan. (Ren/Hum)










