oleh

Gedung RPH-U Satu Lantai di Lamongan Mangkrak, Telan Anggaran 6 Miliar Diduga Dimainkan

LAMONGAN | Siberindo.co – Gedung Rumah Pemotongan Hewan Unggas (RPH – U) Kabupaten Lamongan sebelah barat yang proyek pembangunannya dikerjakan tahun 2022 lalu dengan anggaran senilai Rp 6 miliar terlihat mangkrak tak berfungsi.

Pantauan media di lokasi, gedung satu lantai yang berada di jalan Sidoharjo dengan perkiraan kurang lebih luasnya sekitar 1 hektar lebih tersebut terlihat tidak ada tanda – tanda aktivitas pekerjaan pemotongan hewan ayam.

Berdasarkan data yang dihimpun, pada APBD Lamongan tahun 2022, ada pengadaan peralatan RPH-U sebesar Rp. 1.004.300.000. Pembangunan komplek gedung dan pemasangan Rail Conveyor RPH-U Rp. 4.357.633.402, serta pengerukan lahan Rumah Potong Hewan (RPH) Rp. 665.521.052.

Baca Juga  Rapat Paripurna DPRD : Penjelasan Bupati Magetan Raperda Pertanggungjawaban APBD Tahun 2021

Selain itu, di lokasi rumah pemotongan hewan unggas juga terlihat papan nama proyek kegiatan tahun 2023 ini pembangunan plengsengan dan pagar RPH – U dengan nilai sebesar Rp.217. 894. 165.00 tepatnya bulan Juni 2023.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lamongan, Wahyudi, saat dikonfirmasi awak media berkaitan dengan adanya persoalan tersebut, ia mengatakan, gedung rumah pemotongan hewan itu sudah difungsikan.

Baca Juga  Tangan Allah Terbelenggu

“Rumah pemotongan unggas Itu sudah difungsikan tapi malam hari. Coba dilogikakan kalau RPU itu dilakukan pemotongan pada siang hari, lah kapan mereka jualnya,” ujar Wahyudi usai keluar dari kantor DPRD Lamongan, Kamis (31/8).

Ia menjelaskan, kegiatan pemotongan itu malam hari, yakni jam 02.00 – 03.00 pagi. Unggas Itu disembelih kemudian dibawa ke pasar – pasar. Memang kalau siang hari terlihat sepi, siapa juga yang mau menyembelih, kalau dijual siapa yang mau beli.

Baca Juga  Megilan BPN Lamongan Peringkat I Nasional, Sukseskan Kinerja PTSL

“Saat ini kita sedang berupaya dengan swasta yang besar untuk bisa masuk kesini, sehingga itu ada simultansinya terus menerus, tapi syaratnya juga harus punya cold storage yang cukup kemudian airbaas yang cepat menjadi beku. Itu yang saat ini kita fokus pendanaannya gimana,” ucap Wahyudi.

News Feed