SURABAYA – Tingkat kedisplinan masyarakat di Pasar Blauran dan Pasar Putat sendiri sudah terbilang taat pada aturan protokol kesehatan (prokes). Hasil mobilisasi Tim Swab Hunter di dua pasar tersebut, hanya mendapati 12 orang yang tak patuh pada prokes.
Camat Sawahan, M Yunus yang dihubungi melalui telepone selulernya, Jumat (2/10/2020), mengatakan, sudah tidak terlalu banyak pelanggar di Blauran dan Putat Jaya.
“Mayoritas mereka sudah tertib sih,” kata Yunus seperti dikutip petisi.co, grup siberindo.co.
Yunus menambahkan, guna mempercepat pemutusan mata rantai Covid-19, mengajak kepada seluruh masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan ini.
“Ayo kita sama-sama patuhi prokes supaya mata rantai ini bisa kita putus, supaya Covid-19 ini terputus dan Surabaya bisa segera kuning. Maka dari itu butuh kerjasama semua pihak. Ya kampung dari Wani Jogo Suroboyo bersama-sama mengajak masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan,” tambah Yunus.
Sementara 12 pelanggar prokes yang terdiri dari pedagang dan pembeli itu dijaring petugas, lantaran tak mengenakan masker. Upaya yang dilakukan oleh Tim Swab Hunter bertujuan untuk melindungi dan mendisplinkan masyarakat, pada penegakan prokes.
Selanjutnya 12 orang yang kedapatan tak patuh protokol kesehatan itu langsung dibawa ke puskesmas untuk diswab.
“Kita sama tiga pilar seperti biasa keliling pantau tentang kepatuhan masyarakat tentang prokes. Kalau ada yang melanggar tidak pakai masker kita swab,” pungkasnya. (nan/petisi.co)










