oleh

Situs Watu Dukun Mirip Ranjang Ponorogo Diyakini Warga Tempat Singgah Raja Airlangga

Ponorogo – Situs watu dukun dikenal berada di Desa Pagerukir, Kecamatan Sampung, Ponorogo. Situs batu ini diyakini warga sebagai tempat Raja Airlangga bersama Empu Narotama menimba ilmu kepada Empu Barada.

Saat itu sekitar tahun 1016 masehi, terjadi peristiwa Paralaya. Kerajaan Medang saat itu di bawah kekuasaan Dharmawangsa dan diserang Kerajaan Sriwijaya, Wengker dan Wura-wari.

Padahal saat itu di Medang, ada pernikahan Airlangga dengan salah satu putri Dharmawangsa. Saat peristiwa tersebut hanya Airlangga yang selamat. Airlangga saat itu masih berusia 16 tahun berhasil lolos dari serangan.

Baca Juga  Cabut Telegram Larangan Media, Kapolri: Kami Butuh Masukan Dari Masyarakat

“Airlangga melarikan diri bersama Narotama dan digembleng oleh Empu Barada di Pagerukir sini,” tutur Juru Kunci Situs Watu Dukun, Bibit Santoso kepada detikcom, Sabtu (13/3/2020).

Setelah 6 tahun digembleng, ada seorang utusan dari rakyat Medang menginginkan Airlangga membangun kembali Kerajaan Medang yang runtuh dihancurkan musuh dalam peristiwa Paralaya. Dengan keyakinan kuat dan restu Empu Barada, akhirnya Airlangga dan Narotama menyusun kekuatan mengambil Kerajaan Medang dari musuh.

Baca Juga  Polwan di Pasuruan Ketakutan Saat Disuntik Vaksin COVID-19

Airlangga pun berhasil mendirikan kerajaan utuh. Oleh Airlangga nama Kerajaan Medang diubah menjadi Kerajaan Kahuripan. Raja Airlangga pun membangun kebesaran Kerajaan Kahuripan menjadi kerajaan makmur, adil, aman dan tenteram.

“Di Watu Dukun ini, Airlangga memperoleh ketenangan diri, memupuk semangat meraih kembali apa yang sudah runtuh dan mensejahterakan rakyatnya,” terang Bibit.

Hingga saat ini situs yang ada di perbatasan Kabupaten Ponorogo dengan Kabupaten Wonogiri ini sering digunakan peziarah untuk memenangkan diri alias bertapa.

Baca Juga  Khofifah Apresiasi Inovasi Pelestarian Reog di Sanggar Langen Kusumo Ponorogo untuk Generasi Muda

Di situs ini terdapat sebuah batu besar bertuliskan huruf Jawa Kuno. Selain itu ada juga batuan seperti balok altar (Meja) dan 4 batu kursi, batu salju, batu berudak, batu suci serta batu menyerupai ranjang itu. (*/cr4)

 

Sumber : news.detik.com

News Feed