oleh

Bupati Banyuwangi yang Low Profil itu, Mulai Pamit: Kulo Nyuwun Ngapunten Ingkang Kathah

 BANYUWANGI (Wartatransparansi.com) – Segudang prestasi dan sepak terjang Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas bukan hanya membawa nama harum Kota Osing Banyuwangi, tapi sudah menyebar ke level nasional dan dunia.

Deretan penghargaan bukanlah tujuan dari Azwar Anas, namun bagaimana mengaplikasi sinergi pembangunan dari berbagai aspek dan sejalan dengan program provinsi dan nawacita nasional. Itulah, Banyuwangi meraih peringkat pertama Kabupaten berkinerja terbaik di Indonesia.

Lantas apa komentar Abdullah Azwar Anas? Tetap merendah diri, low profil. “Terima kasih kepada Mendagri dan Gubernur Jatim Bu Khofifah yang memberikan bimbingan kepada Banyuwangi dalam menjalankan program-program pembangunan. Selamat juga kepada Gubernur Jatim dan jajarannya yang juga meraih peringkat tertinggi kategori pemerintahan provinsi,” ujar Anas.

Baca Juga  Ketua DPD: Rakyat Masih Diam, Kalau Kelewatan Bisa Revolusi Sosial

Penilaian kinerja yang tinggi juga menunjukkan Banyuwangi mampu melaksanakan reformasi birokrasi, baik aspek reorientasi, reorganisasi, maupun restrukrurisasi. Kemendagri sudah memutuskan, Pemkab Banyuwangi sudah berada di rel good governance yang benar.

Menurut Anas, prestasi tersebut merupakan hasil kerja dan sinergi segenap perangkat daerah bersama elemen masyarakat.Ujung dari pembenahan-pembenahan yang dilakukan di Banyuwangi tentu bukan penghargaan, tapi setidaknya penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus melakukan perbaikan ke depan.

Baca Juga  Pemkab Madiun Terapkan Protokol Kesehatan Bagi Jemaah Salat Iduladha di Masjid Quba

Yang jelas, masa jabatan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas tinggal 2,5 bulan lagi atau tepatnya Pebruari 2021 sudah berakhir. Untuk itu, sebagai pribadi dan kepala daerah mulai pamitan.

”Bapak-Ibu semua, saya berhenti sebagai bupati InsyaAllah sekitar 2,5 bulan lagi. Kulo nyuwun ngapunten ingkang kathah (mohon maaf yang sebesar-besarnya) atas semua kekurangan saya, baik secara pribadi maupun sebagai bupati,” kata Anas di sela-sela sambutan pemberian insentif guru ngaji, Sabtu (28/11/2020).

Anas mengakui, masih banyak kekurangan selama menjabat sebagai bupati. Dia mengibaratkan, daftar kekurangan itu bahkan tak akan muat jika ditulis di sebuah buku tebal.

Baca Juga  Rumah di Surabaya Yang Terbakar Sudah Padam, 2 Orang yang Terjebak Ditemukan Tewas

“Kami juga meminta doa dari semuanya agar sampai akhir nanti bisa melepaskan jabatan dengan husnul khatimah,” imbuh Anas.

Anas mengajak seluruh warga Banyuwangi untuk selalu guyub penuh persahabatan dan persaudaraan. Sehingga daerah ini bisa terus membangun.

”Apa yang sudah dikerjakan pemerintah bersama seluruh warga dalam beberapa tahun terakhir ini perlu terus disempurnakan. Kuncinya adalah masyarakat semuanya guyub, penuh persaudaraan,” pungkas Anas, sambil memastikan tetap  menyelesaikan beberapa program pembangunan yang sedang berjalan. (jam/jtm)

News Feed