oleh

Efek Covid-19 atau Hasil Hubungan Gelap, Madiun Digoncang Pembuangan Bayi

MADIUN (wartatransparansi.com) – Semoga tanda-tanda kiamat masih jauh. Wilayah Madiun, Jawa Timur, kembali digoncang penemuan bayi. Kali ini, bayi mungil diduga baru dilahirkan tergeletak di lantai Pos Ronda, ditemukan seorang warga saat jalan jalan menghirup segarnya udara pagi, Minggu (29/11/2020). Sehari sebelumnya hal sama juga terjadi di Bengawan Madiun.

Belum jelas, di balik motif pembuangan bayi tidak berdosa tersebut. Karena efek kondisi ekonomi lagi paceklik akibat pandemi Covid-19 atau hasil hubungan gelap yang tidak direstui sehingga pihak keluarga nekad membuang bayinya.

Informasi di lapangan menyebut, saat ditemukan Septi, warga setempat, di Pos Ronda Desa Tapelan, Kecamatan Balerejo, kondisi bayi yang mengenakan pakaian umumnya perlengkapan balita itu dalam kondisi kesehatan sangat lemah. Septi yang terperanjat, langsung melaporkan temuannya kepada warga hingga sampai ke tangan Babinsa setempat.

Sertu Tumiran, anggota Babinsa setempat, bersama perangkat desa lain segera memboyong sosok tak berdosa itu ke Puskesmas Balerejo. Karena kondisi kesehatan bayi perlu perawatan lebih intensif, akhirnya dirujuk ke RSUD Caruban, Madiun, agar mendapat perawatan dengan tenaga medis lebih memadai.

Baca Juga  Inovasi BPRS Magetan Bakal Luncurkan Produk Baru

Di tangan para medis dapat diketahui kondisi fisik dan kesehatan sang bayi. Bayi malang tersebut berjenis kelamin laki-laki. Dengan berat badan 2,3 kilogram dan panjang 48 sentimeter.

“Kondisi kesehatannya sangat lemah, hingga perlu bantuan alat pernafasan. Bayi ini belum lama dilahirkan. Biayanya dimasukkan incubator dan bantuan pernafasan,” tutur tenaga medis Puskesmas, seperti ditirukan Timus, anggota Tagana, kepada jurnalis.

Ikhwal penemuan bayi lucu itu berawal saat Septi menggendong balitanya yang berusia 9 bulan, untuk jalan jalan menghirup udara pagi.

Baca Juga  Siap Kucurkan Anggaran, Gubernur Khofifah Berjanji Memfasilitasi Pengembangan SDM Anggota SMSI Jawa Timur

“Jari tangan anak yang saya gendong kok selalu menunjuk nunjuk ke arah Pos Ronda. Setelah saya turuti, mendekat ke lokasi, saya kaget. Ternyata ada bayi tergeletak di situ,” ungkap Septi.

Sementara kasak kusuk masyarakat setempat menduga, bayi tersebut sengaja dibuang kedua orang tuanya yang tak bertanggung jawab akibat hubungan gelap.

Kasusnya kini masih dalam penyelidikan aparat kepolisian setempat. Polisi juga memintai keterangan sejumlah saksi, guna mengungkap siapa yang bertanggung jawab dalam kasus ini. (fin/jtm)

News Feed