oleh

Gubernur Khofifah Ingatkan Libur Panjang Jaga Prokes

Libur panjang selama 5 hari efektif, dengan 2 hari bonus sesudah dan setelah peringatan hari besar Islam, kelahiran Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalam, pada hari Kamis, tanggal 29 Oktober 2020 bertepatan dengan 12 Robiul Awal 1443 Hijriyah. Ditanbah libur rutin hari Sabtu dan Minggu, maka jadilah masyarakat menikmati libur 28 Oktober – 1 November 2020.

Libur panjang terbuka dengan situasi dan kondisi masa pandemi Covid-19 menuju transisi ke kehidupan normal baru dengan syarat mutlak tetap mematuhi protokol kesehatan, terutama memakai masker, mencuci tangan dengan bersih, dan menjaga jarak, menjadi perhatian secara khusus Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

Gubernur Khofifah mengingatkan bahwa, selama menikmati libur panjang agar masyarakat tetap patuh protokol kesehatan, menjaga kesehatan dengan memperkuat imun masing-masing individu. Terutama budaya baru perilaku dengan menjaga kebersihan serta menjalankan budaya baru memakai masker di mana saja dan kapan saja.

Baca Juga  Kemitraan Kemenkes RI dan Pemprov Jatim Mantabkan Pelayanan dan Pendidikan Kesehatan

Diketahui, dalam satu bulan terakhir, penanganan kasus Covid-19 di Jawa Timur menunjukkan kemajuan yang cukup signifikan. 50% kab/kota di Jawa Timur telah menjadi zona kuning, dan tidak tertutup kemungkinan dalam minggu atau akhir Oktober jika protokol kesehatan dijalankan dengan patuh serta disiplin tinggi, maka zona kuning akan meningktakan.

Selain itu, data kasus aktif positif Covid-19 terus menurun. Bahkan, berdasarkan laporan data dari laman covid19.go.id, Sabtu (24/10/2020), Jatim hanya 50% dibanding Daerah Khusus Ibukota Jakarta. (DKI Jakarta Kasus Baru: 952 ; Kasus Aktif Positif Terkonfirmasi: 99.158; Sembuh 84.337 ; Wafat 2.126).

Sedangkan Jatim (Kasus Baru: 295 ; Kasus Aktif Positif Terkonfirmasi: 50.364;
Sembuh: 44.359; Wafat 3.631)

Baca Juga  Jakarta Pimpin Covid-19, Jatim Bertahan Tertinggi Sembuh

Jatim tinggal kisaran 4,71%. Di sisi lain, testing terus dilakukan secara masif sehingga positivity Rate Jatim juga menurun menjadi 7 % dari yang sebelumnya 31% di bulan Juli.

Di tengah berbagai tren positif tersebut, Gubernur Khofifah, di Kota Batu, Sabtu (23/10/2020) menghimbau bahkan mewanti-wanti masyarakat untuk tetap waspada, karena penyebaran Covid-19 belum benar-benar berakhir dan bisa meningkat sewaktu-waktu. Utamanya akibat kenaikan mobilitas masyarakat secara tiba-tiba tanpa adanya protokol kesehatan.

Mendukung dan mensukseskan Jatim menuju zona hijau, maka pengalola tempat wisata wajib menjalankan “wisata tangguh”, masyarakat juga mengubah perilaku dengan “budaya baru” dan sabar di rumah, jika perlu memanfaatkan libur panjang di rumah saja.

Gubernur Khofifah menyarankan agar masyarakat dapat memilih destinasi yang aman dan nyaman, out door dan jangan mengajak keluarga dengan resiko tinggi, baik komorbid maupun lansia dan tetap mematuhi protokol kesehatan yang ketat. Jika tidak demikian agar tetap tinggal di rumah meskipun liburan atau berpergian tidak dilarang. Namun demi menjaga keamanan keluarga diharapkan untuk tetap berhati-hati dengan salah satunya adalah menjauhi kerumunan.

Baca Juga  BPOM, Apa Kabar Obat Corona Temuan Unair

Sebelum semua terlambat, karena ancaman virus Corona menyebar masih di depan mata. Maka jauh lebih baik, menjaga protokol kesehatan (Prokes) ditingkatkan. Bahkan, jika perlu tempat wisata wajib memasang stiker “lokasi wisata tangguh”, dengan menjalankan pengetatan mandiri, dan kampung-kampung sekitarnya juga memperkokoh dengan stiker “kampung tangguh”, juga dengan melakukan pembatasan terbatas, serta operasi kepatuhan Prokes tetap dilaksanakan secara massif. (@)

News Feed