Madiun – PT. INKA Kota Madiun mengeluarkan Bus dan Kereta Listrik Kedua kendaraan bertenaga baterai tersebut akan diproduksi masal untuk memenuhi permintaan moda transportasi umum.
Direktur Utama PT INKA, Budi Noviantoro mengatakan bahwa sebelumnya, prototype Bus bernama E-INOBUS telah diuji coba landasan dan mendapatkan sertifikat layak jalan pada Kamis(13/08/2020) lalu. Kemudian pada Kamis(10/09/2020), kendaraan tersebut telah mendapatkan sertifikat uji tipe (SUT).
“Selama pengujian mengikuti spesifikasi tidak ada masalah. Kita mengikuti PERPRES No. 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) untuk Transportasi Jalan,” jelas Budi ketika pengujian di Jalan Tol Madiun Caruban, Senin(19/10/2020) dikutip dari http://www.lenteratoday.com
Budi mengatakan, bahwa tenaga batrei tersebut lebih hemat 58% dibandingkan dengan bus bertenaga diesel. Jika dirupiahkan, bus tersebut hanya mengeluarkan Rp. 1.171/Km. Sedangkan bus dieserl Rp. 2.790/Km. Hanya dengan mengecharge 3-4 jam batrei penuh, bus tersebut dapat menempuh jarak 200Km dengan kecepatan maksimal 90Km/jam.
Bus berkapasitas 18 penumpang (jika tanpa physical distance) tersebut tidak memiliki suara mesin. Dengan tingkat kebisingan ±71 dB, bus tersebut dibuatkan suara buatan menggunakan speaker demi keamanan kendaraan di sekitarnya. PT. INKA menjual bus tersebut kurang lebih Rp. 2,1 Miliar.
“Suara buatan tersebut akan hilang di kecepatan 20 Km keatas. Kita sudah kontrak dengan Dernocratic Republik of the Congo (DRC), mereka pesan 300 bus,” ujarnya.
Sementara itu, PT. INKA juga mengeluarkan Trem bertenaga batrei. Trem merupakan kereta dengan 2 gerbong yang memiliki rel khusus dalam kota. Kelebihan trem tersebut adalah tidak membutuhkan kabel listrik baik dari atas kereta maupun dari bawah. Sehingga memiliki menjamin keamanan.
Kereta berkapasitas 80 penumpang tersebut mampu menempuh jarak 80Km dengan kecepatan maksimum 60Km/Jam.
“Cuma batreinya masih import ya. Harapan saya di Indonesia ada yang produksi batrei untuk kendaraan seperti ini,”
Trem tersebut ditawarkan bukan hanya ke dalam negeri. Namun juga ke luar negeri seperti Congo. Trem tersebut ditawarkan dengan harga Rp 15 Miliar (ger)










