oleh

Unik, Papan Nama “ADD (Anggaran Dana Dhibik)” Warga di Bondowoso Iuran Bangun Jalan

Bondowoso – Terlihat Unik, Papan nama ” ADD (Anggaran Dana Dhibik) Anggaran Dana Pribadi,red)” yang dipasang oleh Warga Dusun Batu Putih, Desa Ampelan Kecamatan Wringin Bondowoso Jawa Timur.

Warga desa setempat tersebut iuran gotong royong untuk membangun jalan desa, yang menghubungkan beberapa Rt kemudian dipasang papan nama unik dan menggelitik.

Setiap KK menyumbang satu sak semen. Pembangunan tersebut, terletak di RT 18 dan RT 19. Total sudah ada sepanjang 300 meter jalan yang dibangun.

Di papan tersebut juga dituliskan, patungan warga 50 sak semen dan 17 truk pasir. Sementara pemanggung jawab proyeknya adalah warga kenik (masyarakat kecil).

Salah seorang warga Dusun Batu Putih, Puji mengatakan, pemasangan papan nama merupakan kesepakatan bersama warga, tidak ada tujuan apa-apa.

Baca Juga  Hari Batik, Quest Hotel Darmo Surabaya Gandeng Pengrajin Batik Tuban dan Designer Embran Nawawi

“Tujuannya biar tahu. Karena kita selama ini selama beberapa tahun, untuk lokasi rumah sebelah utara tidak terjangkau,” katanya. Seperti diberitakan Beritabangsa.com

Rencana awal kata dia, hanya untuk membangun jalan menanjak yang parah. Namu antusias warga tinggi, untuk segera bisa menikmati akses transportasi yang nyaman. “Ada warga yang nagsih makan semuanya ditanggulangi masyarakat,” paparnya.

Sebenarnya, untuk pembangunan di lokasi itu,  sudah pernah dimusdeskan. Sepengetahuannya, alokasinya hanya untuk 150 meter dengan anggaran Rp 50. Namun tak segera terealisasi. “Kita tak menunggu itu. Wong kita garap ini lebih dari  Rp 50 juta kok,” imbuhnya.

Baca Juga  Saat Operasi Yustisi di Wijaya Kusuma, Satpol PP Sampang Jaring 59 Pelanggar

Memengan awal yang akan dibangun warga, hanya 50 meter. Namun akhirnya jadi 300 meter. Bahkan kemudian meluas ke Rt 20.

“Malah mau menambah. Semen Terus menyusul. Bukan kita melecehkan pemeritah desa, ini hanya untuk mengembangkan sendiri dan dinikmati sendiri tak perlu menunggu,” tegasnya.

Pembangunn tersebut, awalnya dilatarbelakangi, karena  anak-anak dilingkungan tersebut, mengaji ke Rt yang lokasinya ada  di dataran.

“Ketika hujan-hujan jatuh. Juga untuk mempermudah untuk ketika mengangkut hasil panen,” jelas pria yang sehari-hari sebagai guru SDN Amplen  tersebut.

Ia menegaskan bahwa swadaya tersebut sama sekali tak ada kaitannya dengan politik, partai dan Pilkades.

“Tidak dalam rangka politik atau ada hubungannya dengan partai,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala BPD Desa Ampelan, Misbahul Munir, sebenarnya di dusun tersebut memang sudah masuk APBDdes, anggaran 2020 untuk pengerasan jalan.

Baca Juga  Tasyakuran HUT LPEI ke 13, LPEI Berkomitmen Semakin Apik Mendorong Ekspor Nasional

“Karena terbentur dengan wabah Covid-19, dan peraturan pemerintah melalui Kemendes agar mengalihkan anggaran ke bantuan langsung tunai, untuk membantu perekonomian masyarakat sehingga tidak jadi di bangun,” paparnya.

Namun ia mengapresiasi, karena masyarakat sudah bisa berpartisipasi untuk kemajuan desa.

“Karena sejatinya anggaran DD dan ADD itu kan hanya stimulus, untuk meningkatkan partisipasi masyarakat,” terangnya.

Pembangunan jalan di Dusun Batu Putih Desa Ampelan Kecamatan Wringin Bondowoso, dengan papan nama ‘ADD, Anggaran Dana Dhibik’ itu, sempat viral di media sosial dan media chatting WhatsApp. (Muslim)

News Feed