oleh

De Oosthoek Festival III Jadi Panggung Budaya dan Ekonomi Kreatif Ujung Timur Jawa

JATIM.SIBERINDO.CO – Semarak Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur tahun 2026 salah satunya diramaikan melalui gelaran De Oosthoek Festival Volume III. Kegiatan ini diselenggarakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Bakorwil V Jember pada 30 Oktober hingga 1 November 2026 di Lapangan Desa Arjasa, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Jember.

Bertema “Merajut Pesona Budaya Ujung Timur Jawa – Pesona Arjasa, Cakrawala Dwipantara Nusantara”, festival ini menjadi wadah promosi dan pelestarian budaya sekaligus penggerak ekonomi kreatif yang melibatkan tujuh kabupaten/kota di wilayah kerja Bakorwil V Jember, yakni Kota Probolinggo, Kabupaten Probolinggo, Lumajang, Jember, Bondowoso, Situbondo, dan Banyuwangi.

Kepala Bakorwil V Jember, Budi Raharjo, saat pembukaan kegiatan, Jumat (30/10/2026) mengatakan, De Oosthoek Festival Volume III merupakan momentum penting untuk memperkuat sinergi antardaerah dalam mengenalkan potensi budaya, pariwisata, dan produk unggulan masyarakat Ujung Timur Jawa kepada khalayak yang lebih luas.

Baca Juga  Dukung Prabowo - Griban, Ormas Projo Lamongan Siap Bekerjasama Dengan Partai Pengusung

“Festival ini tidak hanya menjadi ruang ekspresi seni dan budaya, tetapi juga sarana memperkuat kolaborasi antardaerah dalam mengembangkan ekonomi kreatif, memberdayakan UMKM, serta meningkatkan daya tarik pariwisata daerah,” ujar Budi Raharjo.

Selama tiga hari pelaksanaan, masyarakat disuguhkan beragam kegiatan mulai dari pertunjukan seni budaya, parade budaya, pameran produk unggulan daerah, promosi UMKM, hingga berbagai aktivitas kreativitas generasi muda yang melibatkan partisipasi masyarakat secara luas.

Menurut Budi, keberagaman budaya yang dimiliki wilayah Ujung Timur Jawa merupakan aset berharga yang perlu terus dijaga dan dikembangkan. Melalui festival ini, masyarakat diajak untuk semakin mencintai warisan budaya daerah sekaligus mendukung penguatan ekonomi berbasis potensi lokal.

Baca Juga  Kwatir Burung Kicauan 'Rusak', Nine Star Community Gelar Latber

Selain menonjolkan kekayaan budaya dan kreativitas masyarakat, penyelenggaraan De Oosthoek Festival Volume III juga mengedepankan prinsip pembangunan berkelanjutan. Berbagai kegiatan dirancang dengan memperhatikan aspek kelestarian lingkungan, antara lain melalui upaya pengurangan timbulan sampah, pengendalian emisi karbon, serta dukungan terhadap target Net Zero Emission (NZE).

Sebagai bentuk komitmen nyata terhadap pelestarian lingkungan, rangkaian festival juga diisi dengan kegiatan penanaman pohon. Langkah tersebut diharapkan dapat berkontribusi dalam menjaga kualitas lingkungan, meningkatkan tutupan hijau, sekaligus mendukung upaya pengurangan emisi karbon.

“Kami ingin membangun kesadaran bahwa pelestarian budaya dan pelestarian lingkungan harus berjalan beriringan. Keduanya merupakan fondasi penting bagi pembangunan Jawa Timur yang berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi generasi mendatang,” tambahnya.

Lebih lanjut, Budi menegaskan bahwa penyelenggaraan De Oosthoek Festival Volume III sejalan dengan visi pembangunan Jawa Timur, yakni ‘Bersama Jawa Timur yang Adil, Makmur, Unggul, dan Berkelanjutan Menuju Indonesia Emas 2045’, serta semangat Nawa Bhakti Satya melalui penguatan UMKM, pengembangan ekonomi kreatif, kreativitas generasi muda, dan pelestarian budaya.

Baca Juga  Tangkal Kejahatan Siber, Kapolda Jatim Terima Audiensi Provider Seluler

Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun kolaborasi yang semakin erat antara pemerintah daerah, pelaku usaha, komunitas budaya, akademisi, generasi muda, dan masyarakat dalam mengembangkan berbagai potensi daerah di kawasan Ujung Timur Jawa.

De Oosthoek Festival Volume III diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat identitas budaya daerah, mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, Jawa Timur diharapkan terus tumbuh menjadi provinsi yang maju, unggul, dan berkelanjutan.(**)

News Feed