Oleh: H. Djoko Tetuko Abd Latief
Pengurus SMSI Pusat/ Pimred Wartatransparansi.com
Pada akhir tahun 2020 hingga Maret 2021, diperkirakan terjadi anomali (penyimpangan) cuaca, hampir di seluruh Indonesia.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan, fenomena alam La Nina diprediksi berlangsung pada Oktober 2020 hingga Maret 2021 mendatang.
Fenomena diketahui merupakan perubahan iklim global yang ditandai dengan adanya anomali suhu muka air laut di Samudera Pasifik tengah ekuator. Di lokasi tersebut, suhu muka air laut lebih dingin dari biasanya. Bahkan, suhu di sana mencapai lebih dari minus 1 derajat celcius.
Menurut Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, dampak dari fenomena itu bakal terasa di Indonesia yang suhu muka air lautnya cenderung hangat. Diprediksi, puncak fenomena alam La Nina ini terjadi pada bulan Desember hingga Februari.
La Nina didefinisikan sebagai kondisi penyimpangan suhu permukaan laut Samudera Pasifik tropis bagian tengah dan timur yang lebih dingin daripada kondisi normalnya. Kondisi La Nina ini dapat berlangsung dengan durasi selama beberapa bulan hingga dua tahun dan berulang setiap beberapa tahun (siklus 2-8 tahun).
Badai La Nina dapat mempengaruhi pola cuaca/iklim global. Perubahan di Samudra Pasifik berupa interaksi laut dan atmosfer (La Nina/ El Nino) terjadi dalam siklus antar tahunan dikenal sebagai El Nino – Southern Oscillation (ENSO)
Dari data BMKG Klas I Juanda Surabaya, hujan diperkirakan terjadi mulai hari ini, Sabtu (31/10/2020).
Kasi Data dan Informasi BMKG Klas I Juanda Surabaya Teguh Tri Susanto mengatakan, di sejumlah wilayah Jatim pada pagi hari, cuaca diprakirakan cerah, berawan, diikuti hujan dengan intensitas ringan hingga sedang dan hujan lebat diikuti petir.
Sementara pada dini hari, cuaca diprakirakan cerah, berawan, berkabut, dan hujan dengan intensitas ringan hingga sedang. Teguh menambahkan untuk suhu udara berkisar antara 13 hingga 33 °C. Sedangkan kelembapan udara 50 hingga 100% dan angin dominan dari Utara menuju barat laut dengan kecepatan 05 sampai 30 km/jam.
Teguh mengimbau, masyarakat selalu waspada peringatan dini cuaca buruk. Sebab ada sejumlah daerah yang akan diguyur hujan dengan petir dan angin kencang.
Memasuki kemungkinan perubahan cuaca ekstrem dengan perkiraan akan terjadi La Nina, maka semua pihak wajib waspada. “Kampung Tangguh Covid-19”, kembali ke makomnya (tempat atau tugas awal) menjaga, menangani, dan siap siaga, jika terjadi perubahan cuaca ekstrem, apalagi jika sampai menimbulkan bencana.
Diketahui, BPBD mempunyai tugas antara lain;
Pertama, menetapkan pedoman dan pengarahan terhadap usaha penanggulangan bencana yang mencakup pencegahan bencana, penanganan darurat, rehabilitasi, serta rekonstruksi secara adil dan setara;
Kedua, menetapkan standarisasi serta kebutuhan penyelenggaraan penanggulangan bencana berdasarkan peraturan perundang-undangan;
Ketiga, menyusun, menetapkan, dan menginformasikan peta rawan bencana;
menyusun dan menetapkan prosedur tetap penanganan bencana;
Keempat, melaksanakan penyelenggaraan penanggulangan bencana, dan/atau jika terjadi sesuatu akibat dampak dari La Nina.
Mengingat besok sudah masuk 1 November 2020, dimana masa perubahan mulai terjadi.
Sebagai upaya penanganan dan persiapan perubahan cuaca ekstrem ini, maka semua pihak wajib waspada. Paling tidak, masyarakat menjaga keluarga dan lingkungan sekitar supaya siap siaga dan terus waspada.
Pemerintah dalam hal ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dengan lembaga dan instansi terkait, melakukan koordinasi dan melaksanakan kinerja sesuai SOP.
Sebagai umat beragama, maka semua patut memanjatkan doa kepada Allah SWT, dijauhkan dari musibah, bahaya, dan bencana. Jika terjadi perubahan cuaca ekstrem karena sunnatullah, maka biarlah terjadi dan di alam yang jauh dari kehidupan masyarakat.
Surat Asy-Syams mengingatkan;
(1) Demi matahari dan sinarnya pada pagi hari,
(2). Demi bulan apabila mengiringinya,
(3). demi siang apabila menampakkannya,
(4). demi malam apabila menutupinya (gelap gulita),
(5). demi langit serta pembinaannya (yang menakjubkan),
(6). demi bumi serta penghamparannya,
(7). demi jiwa serta penyempurnaan (ciptaan)nya,
(8). maka Dia mengilhamkan kepadanya (jalan) kejahatan dan ketakwaannya,
(9). sungguh beruntung orang yang menyucikannya (jiwa itu),
(10). dan sungguh rugi orang yang mengotorinya.
Sepuluh ayat di atas, menyampaikan kabar bahwa alam dengan berbagai keindahan dan sifatnya, pesan, peringatan, dan pilihan berbuat jahat atau bertakwa. Bertakwa berarti menjaga keluarga dan lingkungan dengan seksama, serta melaksnakan protokol kesehatan dengan sebaik-baiknya.
Mari waspada dengan selalu berdoa dan memohon kepada Allah SWT ditunjukkan jalan yang lurus. Mari menghadapi Covid-19 dengan berdoa dan bertakwa, mari menghadapi cuaca ekstrem dengan berdoa dan bertakwa. Itulah usaha maksimal untuk keselamatan bersama. (@)







