SAMPANG – Tim Sekolah Adiwiyata Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sampang Madura Jawa Timur menggelar Penilaian dan Evaluasi terhadap calon Sekolah Adiwiyata Kabupaten
Dari Penilaian dan Evaluasi terhadap 2 Satuan Pendidikan Senin 30/11, Tim menemukan kendala pengisian administrasi dan cara pengisian Aplikasi tentang standart penilaian komponen Sekolah Adiwiyata Kabupaten
“Kami kesulitan mengisi Aplikasi yang berdampak terhadap penyelesaian Administrasi,” ujar Sunarti S.Pd Kepala Sekolah UPTD SDN Jelgung 1 Kecamatan Robatal
Pernyataan yang sama disampaikan juga oleh Kepala Sekolah UPTD SDN Ketapang Barat 6 Hj Kus Yatik S.Pd
Sementara Trisno Nur Cahya Kasi Konservasi dan Rehabilitasi Lingkungan DLH yang memimpin Tim mengungkapkan tahun 2020 ada 8 Satuan Pendidikan yang menjadi calon Sekolah Adiwiyata
“8 Satuan Pendidikan ini akan dinilai dan dievaluasi oleh Tim 30/11 – 1/12 2020,” tutur Trisno Nur Cahya
Terkait temuan masalah yang dihadapi oleh Satuan Pendidikan, Ia masih memberikan kesempatan sampai minggu ke tiga bulan Desember 2020
Sembari meminta Tim untuk memberikan pemahaman dan penjelasan yang dibutuhkan
Ditambahkan, Tim yang diturunkan melibatkan 3 pelaku Sekolah Adiwiyata Mandiri dari UPTD SMUN Torjun, 2 Sekolah.Adiwiyata Nasional dari UPTD SMUN 3 Sampang dan UPTD SMPN 1 Sampang, Pemerhati Lingkungan Media Radarbangsa dan dari DLH
Diungkapkan Untuk hari pertama kegiatan senin 30/11 Satuan Pendidikan yang dikunjungi ada 4 yakni UPTD SDN Jelgung 1 Robatal, UPTD SDN Ketapang Barat 6 Ketapang, UPTD SDN Jatra Timur 1 Banyuates dan MTs Mambaul Ma’arif Desa Montor Kecamatan Banyuates
Sedangkan hari kedua selasa 1/12 UPTD SDN Baturasang 1 Tambelangan, UPTD SMPN 2 Torjun, UPTD SDN Gunung Kesan 2 dan UPTD SDN Karang Penang Onjur 1 keduanya dari Kecamatan Karang Penang.
(Her/RadarBangsa.co.id)










