Oleh: H. Djoko Tetuko Abd Latief MSi
Pengurus SMSI Pusat/ Ketua Takmir Masjid Al Hidayah Sidoarjo
Hingga Kamis sore, akhir tanggal 12 Robiul Awal 1442 Hijriyah bertepatan dengan tanggal 29 Oktober 2020, diperingati Hari Besar Nasional Umat Islam, yaitu kelahiran atau maulid Nabi Muhammad SAW.
Selain menggelar acara pengajian dari berbagai lapisan menyelenggarakan diisi membaca sholawat sebagai puncak acara Maulid Nabi Muhammad SAW.
Karena membaca sholawat sesuai firman Allah SWT; “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.” (QS Al-ahzab (33) : 56)
Hadits riwayat Ibnu Majah dan Thabrani, Rasulullah SAW bersabda, “Kalau seseorang bersholawat kepadaku, malaikat juga akan mendoakan keselamatan yang sama baginya. Untuk itu, bersholawat lah meski sedikit atau banyak.”
Hadits riwayat Muhammad Bin Auf dari Al Magri dari Hiwah dari Abu Sokhro Hamid Bin Ziyad dari Yazid Bin Abdillah Bin Qosith dari Abu Hurairoh rah sesungguhnya Rasulullah saw bersabda: “Tiada seorang muslim-pun yang bersholawat kepadaku, kecuali Allah SWT mengembalikan Ruhku sehingga aku membalas salam orang tersebut “.
Hadits tersebut adalah hadits yang Masyhur, banyak diriwayatkan oleh para Muhaddits terdahulu, Bahkan Albani sendiri dalam Kitab Sahihul Jami menilai Sahih hadits tersebut.
Begitu dahsyat barokah membaca sholawat, di beberapa pondok pesantren setiap hari (setengah diwajibkan). Apalagi pada puncak maulid Nabi Muhammad SAW, banyak majelis sholawat menyebut sebagai maulid akbar.
Oleh karena itu, setiap peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW, lebih utama jika menjadi peringatan untuk diri kita sendiri. Sudahkah memperbanyak bacaan sholawat.
Allah berfirman pada surat Al Ahzab 21; “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.”
Tauladan kepada Rasulullah SAW dalam semua ucapan, perbuatan, dan sepak terjangnya. Karena itulah Allah Swt. memerintahkan kepada kaum mukmin agar meniru sikap Nabi Muhammad dalam Perang Ahzab, yaitu dalam hal kesabaran, keteguhan hati, kesiagaan, dan perjuangannya, serta tetap menanti jalan keluar dari Allah Swt. Semoga salawat dan salam-Nya terlimpahkan kepada beliau sampai hari kiamat.
Pada ayat lain surat At-Taubah 128-129 Allah berfirman, “Sesungguhnya telah datang kepada kalian seorang rasul dari kaum kalian sendiri, berat terasa olehnya penderitaan kalian, sangat menginginkan (keamanan dan keselamatan) bagi kalian, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin. Jika mereka Berpaling (dari keimanan) maka katakanlah ‘Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal, dan Dia adalah Tuhan yang memiliki ‘Arasy yang agung.”
Ketauladanan, rahmat, nikmat, kasih sayang, sabar, toleransi, membawa rahmat bagi seluruh alam.
Oleh karena itu, generasi akhir zaman, tidak berlebihan jika pada saat memperingati hari kelahiran, mari berjanji menjaga agama Allah SWT, dengan memperbanyak membaca sholawat. Dan memperbanyak mendatangi majelis ilmu, supaya dimudahkan menjadi orang yang bermanfaat, juga berakhlaq mulia atau berbudi pekerti luhur. (@)










