oleh

Suhu Politik Memanas, Golkar Jatim Tolak Kampanye Hitam

MAGETAN (SIBERINDO.CO) – Mensikapi keriuhan konstalasi politik semakin memanas, Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur, Muhammad Sarmuji, SE, MM, menyerukan untuk menolak kampanye hitam dalam bentuk apapun menjelang pemilihan legislatif dan pemilihan presiden pada tahun 2024 mendatang.

Hal tersebut disampaikan Sarmuji setelah memberikan pidato sambutan dalam rangka Musyawarah Luar Biasa DPD Golkar Kabupaten Magetan, Senin (27/12/2021).

“Kita memiliki pakem dalam berpolitik. Walaupun dalam dunia demokrasi yang menjunjung tinggi kebebasan berpendapat, tetapi kesantunan moral dan etika tetap dikedepankan dalam membangun kedewasaan berpolitik di negara ini,” tandas Sarmuji.

Baca Juga  Merasa Gajinya Kurang, Kedua Tersangka Nekat Gasak Perhiasan Majikan

Anggota DPR RI tersebut menilai dunia digital yang sedang fenomenal digandrungi masyarakat, memiliki dua mata pisau, sebagai instrumen membangun tetapi juga memiliki daya rusak dahsyat.

“Dunia digital yang semakin tak memiliki batas ruang dan waktu akan mudah dimanfaatkan untuk kepentingan tertentu. Ia akan menjadi ladang membangun citra tetapi di sisi lain menjadi ladang untuk menjatuhkan citra seseorang,”ulas Sarmuji.

Baca Juga  Kapolsek Tikung: Pria di Lamongan Tewas Setelah Gorok Leher Sendiri

Kendati demikian Anggota komisi XI tersebut kembali mengingatkan untuk terus meningkatkan literasi digital bagi masyarakat. Pemerintah juga memiliki peran penting untuk mencerdaskan masyarakat dalam kecakapan digital.

“Masyarakat harus dibanjiri konten-konten baik dan mendidik, selain itu mesti ada regulasi untuk mencegah merebaknya kampanye hitam,” paparnya.

Partai politik juga memiliki kewajiban moral untuk memastikan informasi yang tersebar di masyarakat adalah benar. Jika tidak ada itikad dari partai politik maka kampanye hitam apalagi yang diorganisir bisa merusak demokrasi.

Baca Juga  Rembug Stunting : Keroyok'an Cegah Stunting, Pemkab Magetan Punya Program "Anting Emas"

“Kita ingin ke depan dalam berkontestasi politik dilakukan secara sehat. Kewajiban kita adalah menjaga agar demokrasi ini tetap pada jalurnya kompetisi ide dan gagasan untuk negara dan bangsa Indonesia,” pungkas Sarmuji. (mat)

News Feed