SIDOARJO (SIBERINDO.C0) – Pelaksanaan Konferensi Cabang (Konfercab) NU Sidoarjo telah menghasilkan duet KHR. Abdul Salam Mujib sebagai Rais Syuriah dan H. Zainal Abidin, MPdI sebagai Ketua Tanfidiyah periode 2021-2026. Ketua Konfercab, Drs. H. Arly Fauzi, MH, bersyukur Konfercab PCNU XXI di masjid Hasyim Asy’ari kompleks Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unusida) dapat mewujudkan Tri Sukses, termasuk memberikan layanan maksimal kepada peserta.
“Alhamdulillah, Konfercab PCNU XXI tahun 2021, sukses penyelenggaraan, sukses pelaksanaan dan sukses hasil dari konfercab. Mayoritas peserta begitu gembira. Saya selaku panitia pelaksana, mohon maaf bila masih ada kekurangan,” ucap Abah Alry, mantan Ketua DPRD Sidoarjo dari FKB, Ahad malam (28/11/2021).
Yang jelas, salah satu layanan yang banyak menerima manfaat adalah tenda bekam dan ruqyah diserbu peserta. Dipandu langsung ahli bekam dan ruqyah, Buya Asy’ari dari LDNU (Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama) Sidoarjo, dalam berkhikmat Ahad kemarin (28/11/2021), bisa melayani hampir 50 peserta dan panitia terapi bekam dan lebih 10 orang mendapatkan pengobatan ruqyah.
“Ini bagian dari pengabdian LDNU bidang bekam, ruqyah dan pengobatan sesuai sunnah Rasulullah. Alhamdulillah, dari deteksi awal pengobatan dan layanan kesehatan sebagai partisipasi Konfercab NU Sidoarjo, penyakit yang diderita rata-rata migran, kolesterol, asam urat, darah tinggi dan diabet,” papar Buya Asy’ari, asal Waru ini.
Pengobatan dan layanan kesehatan didukung Ust. Loya Lukman Hakim, Kasroni, Lukman dan Ust. Muchtar. Sedang dari terapis perempuan ada umi Isroniyah, Machmudah, dan bu Arik Chaorul Anwar.
“Untuk ruqyah dari deteksi dini dalam pendalaman terapi, salah satu penyebab dari keluhan pasien adalah merasakan sakit di lambung, pola berpikir yang kurang tepat, capai berkepanjangan, nyeri sendi, hingga kecetit, seperti sudah saat rukuk atau sujud,” ulasnya.
Buya berharap, bagi pasien yang menjalani terapi, setidaknya bisa menghindari minum es dan makanan yang mengandung kolesterol tinggi. “Bagi orang yang kegemukan, malam diupayakan tidak makan. Kalau bisa, hanya makan buah seperlunya. Kalau sampai terjadi obesitas (kelebihan berat badan) penanganan agak susah,” pungkasnya. (mat)










