oleh

Grand Launching NK 212s Pendekar Sakti di Lamongan, Jagung Bioteknologi Pertama dengan Keunggulan Ganda di Indonesia

LAMONGAN | siberindo.co – PT. Syngenta Indonesia hari ini meluncurkan sekaligus mulai memasarkan NK Pendekar Sakti, jagung bioteknologi pertama di Indonesia yang memiliki keunggulan ganda, Selasa (27/2) di Stadion Gelora Bukit Kopen Desa Banyubang Kecamatan Solokuro Kabupaten Lamongan.

Varietas yang sudah dinanti-nanti oleh petani ini toleran terhadap Herbisida Glifosat dan sekaligus tahan terhadap Ulat Penggerek Batang (Asian Corn Borer/Ostrinia furnacalis).

Dengan keunggulan ganda tersebut, petani mendapatkan tiga manfaat sekaligus. Pertama, mudah dalam merawat tanaman dari Gulma dan Serangan Hama penggerak Batang. Kedua, murah dalam biaya usaha tani, karena lebih sedikit menggunakan pestisida dan juga biaya tenaga kerja.

Ketiga, meningkatkan hasil karena kehilangan hasil dari kompetisi nutrisi antara gulma dan jagung serta kerusakan dan penurunan hasil panen akibat serangan hama penggerek batang dapat dihindari secara bersamaan.

Hadir dalam acara tersebut, Bupati Lamongan Dr. H. Yuhronur Efendi, MBA berserta Jajaran Muspika, jajaran Direktorat Perbenihan Tanaman Pangan, Pusat Perlindungan Varietas dan Perizinan Pertanian, Tim Teknis Keamanan Hayati Bidang Lingkungan, Perwakilan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal.

Hadir pula, Kepala Bidang Tanaman Pangan Provinsi Jawa Timur, Denny Kurniawan SP, MM, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lamongan Drs. Moch. Wahyudi, M.M., Anggota DPRD Lamongan Imam Fadli, S.IP., M.Si, Ketua umum Kontak Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Ir. H.M. Yadi Sofyan Noor, S.H., Ketua Asosiasi Petani Jagung Indonesia (APJI) H Sholahuddin, Pengasuh Ponpes Sunan Drajat Lamongan Prof. Dr. KH. Abdul Ghofur, serta para undangan dan petani.

Baca Juga  Smartfren Home RE11atau ROSA Teman Setia Mudik Lebaran Kamu

Presiden Direktur Syngenta Indonesia Kazim Hasnain menyatakan, selain grand launching di Kabupaten Lamongan hari ini, pada tanggal 29 Februari 2024, Syngenta juga menggelar kegiatan serupa di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.

“Syngenta Indonesia mendukung Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Pertanian dengan berupaya menjamin kemandirian pangan, kesejahteraan pedesaan dan efisiensi tenaga kerja di bidang pertanian. Kami senang dapat berperan dengan memperkenalkan benih jagung bioteknologi,” kata Kazim Hasnain saat Grand Launching Benih Jagung Bioteknologi di Lamongan, Selasa (27/2).

Sementara itu, Fauzi Tubat, Seed Business Head Syngenta Indonesia menjelaskan bahwa Syngenta Indonesia sudah lebih dari 20 tahun menghasilkan benih berkualitas serta membantu petani-petani di Indonesia menghadapi berbagai tantangan dan terus melakukan inovasi berkelanjutan dalam memberikan solusi yang terbaik termasuk dalam penyediaan benih berkualitas.

Lebih lanjut, Fauzi menjelaskan jumlah penduduk Indonesia diperkirakan mencapai 318 juta jiwa pada tahun 2045. Kebutuhan pakan untuk menghasilkan protein hewani akan meningkat. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut dibutuhkan sekitar 62 juta ton jagung per tahun.

“Produksi jagung ditargetkan mencapai 70 juta ton sehingga diharapkan akan ada surplus 8 juta ton untuk diekspor. Untuk mencapai jumlah tersebut, luas panen minimal rata-rata produksi jagung nasional harus mencapai 7-8 ton per hektare,” ungkapnya.

Baca Juga  Polres Magetan Kerahkan Tim Gabungan untuk Amankan Natal

Menurutnya, pada saat itu nilai uang yang berputar di industri ini diperkirakan akan mencapai Rp 350 Triliun. “Industri jagung memiliki potensi pertumbuhan berkelanjutan yang sangat besar. Namun, di sisi lain, juga terdapat banyak tantangan yang harus dihadapi seperti alih fungsi lahan, ketersediaan pupuk, ancaman penyakit dan perubahan iklim,” tutur Fauzi.

Jagung bioteknologi, kata dia, adalah salah satu kunci menjawab tantangan sekaligus menjadi jalan meraih potensi besar. Potensi peningkatan hasil panen dari jagung bioteknologi dengan keunggulan ganda ini berkisar 10 persen dibandingkan benih non bioteknologi.

“Dengan harga pipilan jagung saat ini yang cukup tinggi, hasil ini cukup signifikan bagi petani. Benih jagung unggul NK Pendekar Sakti merupakan jawaban yang selama ini diharapkan oleh para petani. Pasalnya, benih ini akan lebih meningkatkan hasil keuntungan yang didapat petani. Jagung bioteknologi ini sangat mempermudah petani bercocok tanam dan biayanya pun lebih murah,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi saat peluncuran produk benih jagung tersebut, ia berharap benih jagung varietas NK 212s Pendekar Sakti ini bisa sesukses pedagang Sari Laut di Kelapa Gading Jakarta yang mengambil nama 212 Wiro Sableng.

Baca Juga  Terancam Gagal Panen, Petani Tembakau Lamongan Selatan Menjerit

Pak Yes mengutarakan, Lamongan menjadi indikator ketahanan pangan nasional, tidak hanya dari padi, tetapi juga jagung. Dimana, poduktivitas jagung Lamongan lebih dari 500 ton setiap tahun, sehingga masuk lima besar di Provinsi Jawa Timur dan menjadi bagian penting untuk menyuplai jagung nasional.

“Dengan diluncurkannya benih jagung varietas NK 212s Pendekar Sakti ini, menjadi kebanggaan bersama karena diluncurkan di Lamongan untuk Indonesia,” ujar Pak Yes.

Salah satu petani dari Tuban Jawa Timur, Munip, yang hadir dalam acara grand launching tersebut menyampaikan, ketika tanaman jagung pada umumnya terserang ulat, akan sulit sekali dibasmi, karena ulatnya ada di dalam jagung.

Ia mengungkapkan, tapi ketika benihnya sedari awal sudah tahan terhadap ulat, maka secara otomotis biaya untuk menanggulangi serangan hama pun bisa dikurangi karena tidak perlu melakukan penyemprotan dan tentu saja menghemat waktu dan biaya.

“Hasil panen NK 212s Pendekar Sakti juga sangat menyenangkan dengan warna jagung yang bagus dan cerah dengan bulir yang penuh di setiap tongkolnya. Kami sudah buat hitung-hitungan, dan kami yakin biaya untuk menanam jagung varietas baru dengan keunggulan ganda ini pasti lebih murah. Kami benar-benar senang dan berharap bisa segera menanam jagung ini di lahan yang lebih luas,” katanya. (***)

News Feed