BOJONEGORO (wartatransparansi.com) – Proses pelantikan Pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Bojonegoro, Rabu (25/11/2020) di MCM Resto dan Hotel, Bojonegoro, terasa istimewa.
Melalui Surat Keputusan (SK) Nomor: 001/KPTS/SMSI Jawa Timur/X/2020, selain dipimpin Sasmito Anggoro, mantan Ketua PWI Bojonegoro dan pendekar, Prof. DR. Drs. Pratikno, M.Sos.Sc dan Irjen Pol. Drs. Yanto Tarah, MM bersedia menjadi Dewan Penasehat SMSI Bojonegoro periode 2020-2025.
Menurut Sasmito, owner dari suarabojonegoro.com, Pratikno saat ini menjabat Menteri Sekretaris Negara (Mensekneg) merupakan figure akademisi dan negarawan yang sangat peduli dan konsen dengan perkembangan media, termasuk siber.
“Walaupun beliau (Partikno) tidak bisa hadir, kami memang terus komunikasi dengan beliau dan pihak keluarga. Karena pak Pratikno asli Bojonegoro, kami sangat berterima kasih mendapat dukungan dan berkenan menjadi Dewan Penasehat SMSI Bojonegoro bersama bapak Irjen Pol Yanto Tarah, pejabat di STIK Polri Jakarta,” papar Sasmito, di sela-sela acara pelantikan.
Lanjut Sasmito juga dikenal sebagai pendekar dan mubaligh ini, segera melakukan konsolidasi dan menularkan kepada pengurus SMSI Kabupaten dan Kota untuk mendarmabaktikan di perusahaan media siber sesuai dengan ketentuan dan peraturan.
Kegiatan pelantikan yang dirangkai dengan workshop dipandu langsung oleh Ketua SMSI Provinsi Jawa Timur, HS. Makin Rahmat, SH, MH, didampingi Wakil Ketua Bidang Organisasi, Pendataan dan Verifikasi Sokip, SH, MH dan Sekretaris SMSI Jatim Tarmuji, SPd.
“Memang SMSI Bojonegoro istimewa. Selain dilantik pertama di lingkungan Kabupaten dan Kota se Jatim, ternyata di susunan Pengurus Dewan Penasehat ada tokoh kelas nasional, yaitu pak Pratikno dan pak Yanto. Tentu, selain pendekatan organisasi secara personal tentu sama-sama punya tanggung jawab besar untuk membangun bangsa,” kata Makin Rahmat.
Ikut hadir dalam pelantikan, Wabup Bojonegoro, Budi Irawanto, Ketua PN, Kajari Negeri Bojonegoro Sutikno, SH, MH, awak Media, LSM, Pengusaha, Peradi, Ferari, mitra dan patner SKK Migas, Humas Instansi Terkait di Bojonegoro, Serta Netizen Medsos di Bojonegoro.
Makin Rahmat mengungkapkan, tantangan ke depan, SMSI harus mampu memberikan kemanfaatnan sebagaimana azas dan fungsinya.
“Berdirinya SMSI berazaskan Pancasila, dan bermula dari kegundahan sejumlah insan media khususnya tokoh pers dari PWI dengan perkembangan zaman dan merebaknya medsos yang tidak terkendali. Sampai akhirnya, SMSI didirikan pada 13 April 2017 yang lalu,” ujarnya.
Usai pelantikan, dilanjutkan Workshop dengan nara sumber Ketua SMSI Jatim dan Ichwan Arifin dari EMCL. “Saya yakin, SMSI bisa menjadi penyeimbang dan memberikan informasi yang bisa memberikan control,” kata Wabup Budi Irawanto. (mat/ jtm)










