oleh

‘Sat Set – Sat Set’ Istri Ketua DPRD Jatim Rela Turun Gunung Bantu Perbaiki Jalan Rusak Akibat Banjir di Lamongan

LAMONGAN | jatim.siberindo.co – Arahan Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) ibu Megawati Soekarnoputri agar kadernya senantiasa turun ke bawah untuk saling membantu kepada masyarakat yang membutuhkan, direspon ‘Sat Set-Sat Set’ oleh Bendahara DPC PDIP Lamongan.

Tak tanggung-tanggung, politisi cantik yang juga istri bapak Kusnadi Ketua DPRD Jatim ini bahkan rela turun gunung hadir di Kendalkemlagi Kecamatan Karanggeneng memberikan pidato di tengah jalan dan di tengah pasar untuk bisa memberikan yang terbaik kepada masyarakat.

“Momen seperti ini rasanya sudah tidak ada lagi dimana partai politik bersama-sama warganya. Kita melihat pemandangan seperti ini sudah puluhan tahun silam, zamannya PDI masih belum Perjuangan,” terang Fujika Senna Oktavia, Senin (21/2).

Fujika menuturkan, coba diingat-ingat melihat sejarah dulu bagaimana PDI Perjuangan. Menurutnya, mari kita kembalikan konsistensi. Mungkin kemarin-kemarin kita lupa atau karena terlalu asyik perebutan kekuasaan hingga tidak menyapa rakyatnya.

“Mohon maaf itu DPR-DPR PDI Perjuangan mungkin kurang sowan dan sambang kepada rakyatnya. Sekarang saya instruksikan, kita wajib hadir di tengah- tengah masyarakat,” ucapnya.

Ia mengatakan, ini bukan turun, bukankah kita sejajar semua hari ini? Kita sedang tidak ada diatas, namun kita sejajar dengan rakyat hari ini. Berkaitan kegiatan pengurukan jalan antar desa Kendalkemlagi – Sumosari akibat banjir, kata dia, ini bukan bantuan melainkan hak warga masyarakat Lamongan lewat PDI Perjuangan.

“Saya mengupayakan hadir pada hari ini untuk senantiasa memberikan yang terbaik kepada masyarakat. Matrial pedel ini sifatnya hanya sementara, seiring berjalannya waktu akan ikut arus kebawah air,” ungkap Fujika.

Menurut Fujika, nanti lewat bapak Kusnadi Ketua DPRD Provinsi Jatim bersama-sama untuk mencarikan jalan yang permanen dan mencarikan solusi yang lebih tepat tentang bagaimana air dari Bengawanjero supaya tidak meluap hingga kemari.

Baca Juga  Khofifah Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Banjir Pasuruan, Siapkan Solusi Jangka Pendek dan Panjang Atasi Banjir Tahunan

“Sehingga ke depan perekonomian rakyat di Lamongan bisa tercukupi dengan baik, sementara aktivitas masyarakat apapun bentuknya juga tidak akan selalu terganggu,” beber Fujika.

Ia mengungkapkan, pihaknya baru tahu kalau 7 kecamatan yang terendam Banjir masyarakat mengalami kerugian hingga mencapai Rp 40 miliar. Menurut dia, kalau dihitung diakumulasikan 7 kecamatan selain peninggian jalan, kemudian pengadaan pompa 2 unit itu kurang lebih Rp 27 miliar.

“Hal itu kalau disediakan tidak sebanding dengan kerugian masyarakat. Jadi andaikan ada solusi, kami pun tidak bisa mengembalikan kerugian yang dirasakan oleh masyarakat petani saat ini. Setidak-tidaknya bisa memberikan solusi bukan hanya sekedar rapat dan rapat,” tutur Fujika.

Saat ini, kata dia, yang bisa dipersembahkan dulu adalah pedel (katel), secepatnya setelah ini mungkin pedel kalau sudah selesai, pihaknya akan melakukan foging (pengasapan) demam berdarah paskah Banjir tiba.

“Bapak-bapak dan Ibu-ibu, kalau kita bicara soal kontestasi 2024 masih jauh, masih kurang dua tahun lagi. Kita bergerak sekarang karena memang PDI Perjuangan harus bangkit lagi dan berada ditengah-tengah masyarakat,” imbuh Fujika.

Saat ini, sambung Fujika, Alhamdulillah pihaknya ditemani oleh masing masing jajaran pemerintah dua desa. Ketua PAC dua kecamatan dan anggota DPRD Fraksi PDI Perjuangan Ning Darwati. Setidaknya hari ini bisa memberikan sesuatu kepada masyarakat.

“Tadi kami juga sudah bincang-bincang dengan warga setempat. Memang Banjir ini kenyataannya sangat menyakitkan kerugiannya tidak sedikit dan bertubi-tubi. Bahkan dibilang kalau pemerintah maupun partai politik mau turun tidak akan bisa mengganti kerugian warga,” terangnya.

Baca Juga  Tim Gabungan Bencana di Lamongan Menyusuri Sungai Bengawan Solo

Lebih lanjut dia mengatakan, kita memiliki fraksi yang ada di Kabupaten Lamongan, kami juga memiliki fraksi yang ada di Provinsi dan yang pasti kami juga memiliki Ketua DPRD Jawa Timur. Kami segera melaporkan kejadian-kejadian semacam ini agar semakin cepat ada solusi.

“Karena kejadian Banjir ini bertubi-tubi sampai masyarakat capek dalam menghadapi kenyataan Banjir tahunan ini, artinya masyarakat sudah pasrah dan menyerah dan payah banget. Untuk itu, persoalan ini bisa diatasi agar masyarakat bangkit kembali dan di tahun akan datang tidak akan terjadi Banjir seperti ini lagi,” tandasnya.

Menurutnya, Ini soal kerelaan saja, bagi siapapun yang punya kekuasaan maupun punya wewenang harusnya punya kerelaan hati untuk mengorbankan dirinya untuk rakyat. Fujika meyakini, kalau ngomong soal APBD dan program-program pemerintah pengadaan pompa dan peninggian jalan dan lain sebagainya, tidak seberapa tinggal kerelaan saja.

Ia menyebut, sejauh mana pemerintah rela berkorban untuk rakyatnya. Kalau PDI Perjuangan kita lakukan sumbangan, dari pengurus DPC, PAC, Ranting, anak Ranting bersumbangsih swasembada seadanya untuk kita belikan pedel dan lain sebagainya.

“Kita harus melakukan hal itu, karena ini tugas partai sesuai dengan arahan dari DPP Ibu Megawati Sukarno Putri, bahwa kita harus selalu berada ditengah-tengah masyarakat dan juga membawakan solusi untuk masyarakat,” ungkap Fujika.

Sementara itu, Anggota DPRD Lamongan Fraksi PDI Perjuangan Ning Darwati menyampaikan, pihaknya mengucapkan terima kasih atas kehadiran PDI Perjuangan di Kecamatan Karanggeneng dan Kecamatan Kalitengah untuk menyapa masyarakat dalam keadaan harmonis.

“Semoga kedepannya bisa kerjasama dengan baik. Tanpa adanya kerjasama antara pemerintah desa sampai ke partai politik, mohon maaf tak akan terwujud. Jadi kita itu butuh kerja bareng. Seandainya ada sesuatu hal kalau hubungan kita harmonis Insya’Allah segera terselesaikan dengan baik,” ucap Ning Darwati.

Baca Juga  RKPDes 2025 Desa Sumursongo Magetan Resmi Ditetapkan

Ia menjelaskan, tadi sudah disampaikan oleh ibu Ketua DPD, bahwa mari kita gerak untuk masyarakat untuk kemajuan masyarakat baik segi perekonomian maupun yang lain.

“Semoga masyarakat Kendalkemlagi maupun masyarakat Desa Sumosari nanti ke depan dengan harapan lebih baik bisa menuju kejayaan, dalam arti kejayaan masyarakatnya semua makmur,” katanya.

Ia melanjutkan, seperti kata pepatah orang tua “gemah ripah loh jinawi” berarti kekayaan alam yang melimpah, sedangkan “toto tentrem kerto raharjo” berarti keadaan yang tentram. Harapan PDI Perjuangan jangan ada dusta diantara kita. Mari kita kerja bareng untuk mewujudkan NKRI harga mati.

Kepala Desa Kendalkemlagi Iwan Fanani menambahkan, atas nama masyarakat Desa Kendalkemlagi pihaknya mengucapkan terima kasih kepada PDI Perjuangan, terutama ibu Fujika dan ibu Ning Darwati yang telah rela membantu masyarakat desa yang selama ini berperang melawan banjir, berperang melawan bencana alam.

“Atas sumbangsihnya seluruh upaya harta maupun pikirannya untuk membangun jalan akibat Banjir kali ini. Semoga apa yang diberikan sebagai cacatan amal kebaikan bagi seluruhnya serta kemajuan bagi PDI Perjuangan di Kabupaten Lamongan,” ungkapnya.

Senada juga diungkapkan oleh Kepala Desa Sumosari Mashuri, atas nama masyarakat Desa Sumosari dirinya mengucapkan terima kasih atas upaya PDI Perjuangan yang sudah sedikit banyak mengobati keresahan masyarakat yang mana jalan rusak diakibatkan oleh banjir.

 

 

 

 

 

 

 

(SMSI)

News Feed