Kediri —Akibat tersambar petir saat mengayuh sepeda angin, Mohamad Alfin Hikami (16) warga Dusun Ngadirejo,Desa Dukuh Kecamatan Ngadiluwih, Kab. Kediri tewas dekat kedua orang tuanya.
Peristiwa yang dialami korban sekira jam 15.30 WIB dimana saat itu korban yang berjalan beriringan dengan orang tuanya di Jalan Perkebunan Tebu Dusun Ngadirejo, Desa Dukuh, Kecamatan Ngadiluwih yang saat itu dalam kondisi hujan lebat dimana Binti Mudafi’ah (46) Ibu Korban bersama
Romdhoni (55) suaminya beriringan mengendarai Sepeda Motor selanjutnya di susul korban yang berada paling belakang mengendarai sepeda ontel dan tiba-tiba terdengar suara petir menyambar hingga membuat terkejut ayahnya hingga menenggok kebelakang dan ternyata anaknya jatuh dari sepeda anginnya.
Kapolsek Ngadiluwih AKP. IWAN SETYO BUDHI mengatakan Orang Tua Korban berusaha menolong anaknya untuk melihat kondisi ditubuh korban, dan dilanjutkan melapor pada Kepala Dusun atas peristiwa itu dan diteruskan ke Polsek Ngadiluwih.
“Dan atas kejadian tersebut saksi menolong korban dan melapor ke kepala Dusun dan selanjutnya di laporkan ke Polsek Ngadiluwih.
” Diduga korban meninggal karena tersambar petir. Dan Hasil pemeriksaan terhadap tubuh korbanoleh tenaga medis dan Polsek Ngadiluwih, pada tubuh korban di temukan bekas luka bakar dan tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan .”tandas Mantan Kasubag Humas Polres Kediri, Rabu (21/10/20)
Untuk penanganan selanjutnya, jenasah diserahkan ke Pihak Keluarganya untuk segera dimakamkan usai hasil pemeriksaan luar tubuh korban karena murni akibat luka bakar tersambar petir. (Pen)










