SIDOARJO, SIBERINDO – Program Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melakukan pendataan warga nahdliyin melalui karta tanda anggota NU (KartaNU) mendapat respon luar biasa. Bahkan, di Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Sidoarjo Kota menyedot ribuan jamaah.
Sudirman Ali, Pengurus PCNU Sidoarjo yang mendapatkan tugas membentuk tim monitoring KartaNU dan pendataan, menyatakan, bahwa salah satu fungsi dari KartaNU sebagai identitas warga nahdliyin untuk tertib berorganisasi dan sebagai benteng menepis berbagai aliran yang berusaha membrangus ajaran dan faham yang bertentangan dengan ahlu sunnah wal jamaah (Aswaja) an-Nahdliyah.
“Sebenarnya sudah ada program KartaNU, saat PBNU melakukan MoU dengan Bank Mandiri, ternyata kurang greget. Alhamdulillah, setelah dilakukan evaluasi dan penanganan diambil alih oleh pengurus di struktural (PWNU dan PCNU) responnya luar biasa,” ungkap Abah Dirman.
Lanjut sesepuh GP Ansor ini, dengan memegang KartaNU dan tertib di pendataan, maka basis mulai ranting, MWC, dan PCNU perlahan bisa membangun pondasi organisasi lebih kokoh, konsisten dalam amaliyah Aswaja, guna membentengi diri dari aliran yang memecah bela, termasuk penyusupan adanya teroris.
Moch. Rohib, Pengurus MWC NU Sidoarjo Kota, membenarkan antusias dari warga yang dilakukan di masing-masing Pengurus Ranting (PR) NU di tingkat Kelurahan atau Desa. Yang diluar prediksi, warga perumahaan ternyata juga mendaftar secara online yang dipandu oleh tim KartaNU dari PR, MWC dan monitoring dari Pengurus Cabang NU (PCNU).
“Ternyata jamaah begitu antusias mendaftar. Bahkan, dari mas Sulthan, tim admin KartaNU Ranting Magersari, mampu menyedot kisaran 300 orang di bulan Maret, belum termasuk yang dikordinir oleh pengurus masjid, mushola dan langgar,” ucap Rohib, saat ditemui WartaTransparansi.Com group newsroom Siberindo.co, dalam kegiatan sosialisasi dan pendaftaran Kartanu di masjid Siti Suci Nur Rohmah Magersari, Ahad (21/3/2021).
Ustadz Abdul Syukur, Sekretaris PR NU Magersari, Sidoarjo merasa gembira dengan sambutan dari warga perumahaan Magersari Permai mendaftar secara online dipandu petugas Tim KartaNU. “Baru dua jam saja, sudah ada tiga puluh lebih yang daftar. Tentu, semua menjadi pertimbangan untuk lebih menggiatkan ajaran ahlu sunnah wal jamaah,” katanya.
Ditambahkan Bagus, Bendahara PRNU Magersari, bahwa silaturahmi pengurus dengan takmir masjid, mushola, dan langgar mampu menjalin silaturahmi dalam berorganisasi dan membuka berbagai peluang untuk lebih memperdayakan umat, sesuai dengan bidang dan kemampuan jamaah.
“Banyak manfaatnya. Ketika ramai Tim Densus 88 menangkat teroris, termasuk di wilayah Sidoarjo. Rekan IPNU-IPNNU, sahabat Ansor, Banser dan ibu-ibu Muslimat serta Fatayat mulai giat untuk aktif dalam berbagai kegiatan keagamaan agar tidak kesusupan ajaran yang menyesatkan. Apalagi, sampai merong-rong negara kesatuan RI (NKRI),” paparnya. (mat)










