Oleh: Djoko Tetuko Abd. Latief, MSi, Pimred WartaTransparansi.Com
Satu minggu sejak tanggal 14 September 2020, dilakukan operasi yustisi di beberapa tempat dan Jakarta memulai Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Daerah Khusus Ibukota Jakarta masih menyumbang kasus positif tertinggi kedua dengan tambahkan selama 7 hari (14-20 September 2020) 3.746.
Tetapi di luar dugaan tiba-tiba saja Sumatera Utara (Sumut), menjadi menyumbang terbanyak dengan 5.219 kasus positif selama 7 hari terakhir. Penambahan 100 persen lebih di wilayah Sumut ini, patut menjadi perhatian Satgas Covid-19 nasional.
Sementara Jatim masih menjadi menyumbang ketiga dengan 2.620 kasus positif. Sedangkan Jabar melonjak kembali dengan 2.434 kasus positif. Jabar kembali mengungguli Jateng yang mencatat 2.045 kasus positif.
Sementara itu, Jabar dengan mengeterapkan Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM), di bebarapa kabupaten dan kota di Jabar, berhasil mengimbangi dengan tingkat kesembuhan mendekati kasus, yaitu 2.215.
Jatim dengan memberlakukan Pergub 53 tahun 2020, berhasil meningkatkan kasus sembuh di atas kasus positif atau 2.694.
Provinsi menjadi penyumbang terbesar baru, yaitu Sumut dan Riau perlu mendapat perhatian khusus dengan penanganan khusus pula. Sebab, Sumut menjadi juara dalam catatan 7 hari terakhir ini. Dimana kasus menjadi 9.368 dibanding data (13/9/2020) 4.149, maka ada tambahan 5.219.
Provinsi kedua dengan penambahan selama 7 hari terakhir hampir 300 persen, yaitu Riau. Dimana tercatat 5.288 kasus baru dibanding data kasus (13/9/2020) 1.411, kini berubah melonjak mendapat tambahan 3.877 Kasis positif baru.
Dua provinsi dengan penambahan kasus baru 7 hari terakhir ini, ditambah Jabar mulai melonjak naik di atas Jateng, maka pemetaan secara detail dari Satgas wajib dilakukan supaya semua terdeteksi dan terpantau dengan baik, sehingga dapat penanganan secara profesional.
Selain itu, Sumut selama 7 hari terakhir ini, juga mencatat data wafat nomer satu dengan angka penambahan 238. Hal itu sudah di atas Jatim (202), Jakarta (150), Jabar (118) dan Jateng (107) serta Riau (50).
Tentu analisis sederhana ini masih memerlukan, pemataan data lebih detail dan terinci dari masing-masing daerah, termasuk penyebab kenaikan sangat drastis. Hal ini supaya terpantau dengan baik, juga menjadi bagian dari upaya penanganan serta pengendalian Covid-19 secara nasional.
Minimal mendapat jawaban apakah virus Corona masih memungkinkan menyebar ke beberapa daerah baru, atau karena terlalu longgar memutus mata rantai Covid-19, sehingga Sumut dan Riau tiba-tiba mencatat kasus sangat signifikan.
Demikian juga, di Jakarta, Jatim, Jateng, dan Jabar, masih mencatat angka penambahan kasus masih signifikan. Juga masih tinggi tambahan data wafat, walaupun data sembuh sudah cukup mengimbangi.
Berdasarkan data “15 Besar” Nasional. Penambahan selama 7 hari (13-20/9/2020)
Kasus positif
- Sumut 5.119
- Riau 3.877
- Jakarta 2.746
- Jatim 2.620
- Jabar 2.434
- Jateng 2.045
- Sulsel 1.076
- Sumbar 880
- Kaltim 850
- Banten 824
- Papua 673
- Bali 523
- Kalsel 453
- Sumsel 352
- Sulit 41.
Data sembuh
- Jakarta 7.496
- Jatim 2.694
- Jabar 2.215
- Jateng 1.906
- Sumut 1.463
- Riau 1.400
- Kaltim 866
- Kalsel 733
- Bali 647
- Sumbar 452
- Sulsel 387
- Sumsel 286
- Banten 223
- Papua 156
- Sulut 26.
Data wafat
- Sumut 238
- Jatim 202
- Jakarta 150
- Jabar 118
- Jateng 107
- Riau 50
- Bali 42
- Kaltim 26
- Sumsel 23
- Sumbar 23
- Suksel 17
- Papua 15
- Kalsel 13
- Banten 12
- Sulut 1
(Lihat nasional)










