oleh

Proyek Pengadaan Laptop Siswa SD-SMP Diknas Kota Madiun Ada Potensi Kerugian Negara Rp 4 M

MADIUN – Aroma tidak sedap menyertai proyek pengadaan laptop kepada siswa SD dan SMP di Dinas Pendidikan Kota Madiun, Jawa Timur. Program di tengah pandemic Covid-19 ini ditenggarai terjadi penggelembungan harga, potensi ada kerugian Negara sekitar Rp 4 miliar.

Informasi yang diperoleh WartaTransparansi.Com group newsroom Siberindo.Co, penggadaan laptop stimulan kepada para siswa SD dan SMP dengan menyediakan ribuan unit. Gadget berspek kekinian itu akan dibagikan gratis, dengan model pinjam pakai.

Diknas Kota Madiun srbagai leading sector proyek, melalui APBD Tahun Anggaran 2020 mengalokasikan anggaran Rp 39,8 miliar. Dana sebesar itu guna pembelian sebanyak 5.425 unit laptop merk HP. Dengan asumsi harga laptop per unit sebesar Rp 7,3 juta.

Menjadi sorotan publik, menyangkut perbedaan harga satuan barang. Menurut tokoh LSM setempat, Bambang Gembik, terjadi dugaan pembengkaan harga signifikan, antara harga satuan versi panitia dengan harga di toko. Harga per unit laptop di toko Rp 6,3 juta, setelah proses upgrade guna penyesuaian Ram 8 Giga menjadi Rp 6,6 juta.

Baca Juga  Gubernur Khofifah Perpanjang Diskon Pajak Kendaran Bermotor hingga 31 Agustus

“Infonya Diknas membeli dengan harga Rp 7,3 juta per unit, terkoreksi terjadi selisih harga Rp 700 ribu per unitnya. Jika dikalikan jumlah kebutuhan laptop 5.425 unit, ketemu Rp 35,8 miliar. Nah, kalau Diknas mengeluarkan biaya senilai Rp 39,8 milyar, lantas dimana yang Rp 4 miliar. Itu uang rakyat loh. Jangan main main,” cetus Gembik kepada jurnalis siber, Sabtu (19/ 9).

Sesuai ketentuan pengadaan barang, laptop yang dikehendaki Diknas bermerk HP. Dengan spek 240 – G7/ Ci3 – 8130/ Ram 8 Giga. Menggunakan software OS windows 10, dengan rasio monitor 14 inci. Diknas membeli barang tersebut pada April seharga Rp 7,3 juta/ unit. Padahal harga satuan barang dengan merk dan spek yang sama, di toko lain cuma sebesar Rp 6,6 juta per unit.

Baca Juga  Petani Milenial Magetan dan Dompet Dhuafa Panen Raya Bersama Kang Woto

Itupun, menurut petugas di pusat perdagangan gawai di Madiun, salah satu hardware dalam spek (Ram 8 Giga) yang ditentukan Diknas tidak tersedia di patent fabrikasi.  “Spek yang sama. Bulan pembelian yang sama, itu tidak ada Ram 8 Giga mas. Yang ada Ram 4 Giga. Jadi kalau ada yang bilang Ram 8 Giga, besar kemungkinan itu upgrade”, turur petugas toko.

Ditambahkan, sesuai fabrikasi spek dengan Ram 4 Giga harga per unitnya Rp 6,3 juta. Dan jika di upgrade menjadi Ram 8 Giga tambah biaya sebesar Rp 300 ribu. Sehingga total sebesar Rp. 6,6  juta.

Baca Juga  Pimred Sapos.co.id Pimpin SMSI Kaltim

Bila dilakukan upgrade oleh tenaga ahli, tidak merusak segel apa pun dari unit laptop. “Tak ada yang rusak. Tinggal cabut hardware lalu ganti dengan yang baru. Namun dimungkinkan berpengaruh pada sistem pengoperasian,” jelasnya.

Sementara Kepala Diknas Kota Madiun, Drs. Heri Wasana, saat dikonfirmasi jurnalis siber di ruangannya, Jumat (18/ 9),  menjelaskan terkait pengadaan laptop yang sebagian sudah terdistribusikan kepada para siswa itu, tidak terdapat penggelembungan harga.

“Juga tidak ada upgrade dari Ram 4 Giga menjadi 8 Giga. Semuanya asli dari pabrik. Dan lagi kalau di upgrade kan rusak,” jelas Heri Wasana. (mat/jtm-1)

News Feed