LAMONGAN, Jatimsiberindo.co – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kecamatan Tikung, Kabupaten Lamongan, berlangsung khidmat sekaligus semarak. Lapangan kecamatan dipenuhi masyarakat, aparat keamanan, hingga organisasi kemasyarakatan yang bersatu untuk merayakan momen nasional ini. Salah satu yang mencuri perhatian adalah kehadiran Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Tikung yang ikut berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan.
Upacara diikuti Forkopimcam, perangkat desa, tokoh agama, organisasi pemuda, hingga pelajar. Para pendekar pencak silat tampil dengan seragam khas perguruan masing-masing dan berbaur bersama TNI-Polri serta warga. Kehadiran mereka memberi nuansa berbeda dalam peringatan kali ini.
“Ini bukan hanya perayaan seremonial, tapi momentum untuk mengingat jasa para pahlawan. IPSI hadir sebagai wujud syukur sekaligus tekad menjaga persatuan,” kata salah satu tokoh IPSI Tikung.
Sebagai seni bela diri warisan leluhur, pencak silat telah diakui UNESCO sebagai warisan budaya tak benda. IPSI Tikung menegaskan komitmennya menjaga kelestarian budaya tersebut agar tetap dekat dengan masyarakat, terutama generasi muda.
“Pencak silat adalah identitas bangsa. Kami ingin anak muda bangga sekaligus menjadikannya sarana membentuk karakter yang disiplin dan berjiwa persaudaraan,” ujar Ketua IPSI Tikung.
Selain mengikuti upacara, para pendekar juga menampilkan atraksi yang disambut antusias warga. Beberapa penonton bahkan mengaku terhibur dengan penampilan itu. “Kekompakan mereka jadi contoh bahwa persatuan bisa diwujudkan lewat budaya,” ucap seorang warga.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolsek Tikung AKP Anang Purwo Wiodo,SH menyampaikan pesan penting kepada seluruh peserta, khususnya kalangan perguruan silat. Ia menegaskan bahwa pencak silat jangan dipandang semata sebagai seni bela diri, melainkan sarana mempererat ikatan sosial.
“Silat bukan untuk konflik, tapi perekat persaudaraan. Saya berharap IPSI Tikung menjaga kekompakan, memberi teladan, dan ikut menciptakan suasana aman di masyarakat,” kata Kapolsek.
Ia juga menyoroti peran generasi muda dalam melanjutkan perjuangan bangsa. Menurutnya, semangat juang para pahlawan dapat diwujudkan dengan cara sederhana. “Anak muda harus menjadi pelopor hal-hal positif. Mulai dari disiplin, taat aturan, hingga saling menghargai sesama,” tambahnya.
Peringatan HUT RI di Tikung tahun ini bukan hanya simbol kemerdekaan, melainkan juga wadah silaturahmi antar elemen masyarakat. Aparat keamanan, tokoh agama, organisasi pemuda, hingga seniman hadir dalam satu barisan yang memperlihatkan kuatnya rasa persatuan.
“Ini momentum persaudaraan. Dengan bersatu, kita bisa menjaga keharmonisan di Tikung,” ungkap salah satu tokoh masyarakat.
Bagi IPSI Tikung, partisipasi mereka sekaligus menjadi sarana memperkenalkan kembali pencak silat sebagai kebanggaan lokal. “Bagi kami, silat bukan sekadar olahraga, tapi jalan membangun karakter dan cinta tanah air,” tutur salah seorang pelatih IPSI.
Perayaan HUT ke-80 RI di Kecamatan Tikung menjadi bukti bahwa nasionalisme masih hidup di tengah masyarakat. Kolaborasi IPSI, aparat keamanan, dan warga dianggap sebagai wujud nyata semangat kebersamaan.
“Semoga semangat nasionalisme ini tidak hanya terasa saat peringatan, tetapi terus tumbuh dalam kehidupan sehari-hari,” pungkas Kapolsek Tikung.










