MAGETAN – Pembangunan di wilayah pedesaaan, tidak bisa bisa mengandalkan dana pemerintah pusat yang bersumber dari Dana Desa (DD). Karena, selain anggaran yang terbatas, di masa pandemi Covid-19 saat ini, banyak anggaran pemerintah desa (Pemdes) terpangkas akibat refokusing pandemi. Sehingga pembangunan infrasyruktur juga berkurang.
Menanggapi hal itu, warga Desa Pelem Kecamatan Karangrejo Kabupaten Magetan Jawa Timur, mensiasati dengan melakukan swadaya atas kesadaran warga setempat. Salah satunya yaitu pembangunan lampu penerangan jalan yang ada di RT.20/RW.04, dengan cara gotong royong melalui jimpitan.
“Benar, warga desa RT.20/RW.04, melaksanakan kerja bakti pemasangan lampu penerangan jalan dengan biaya jimpitan,” Kata Sinyo, selaku ketua RT setempat, Minggu (13/06/2021).
Menurut Sinyo, kegiatan tersebut merupakan program swadaya masyarakat Desa Pelem, sekaligus upaya membangkitkan rasa kebersamaan dan gotong-royong antar warga. “Penerangan jalan tersebut merupakan bentuk peningkatan sarana fasilitas umum di lingkungan RT.20, agar lingkungan menjadi aman dan indah,” jelasnya.

Sementara, Kepala Desa Pelem, Eko Didik Handoko, mengaku bangga dan berterima kasih kepada warga masyarakat khususnya RT.20 RW.04. “Secara pribadi kami mewakili pemerintahan desa, kami mengucapkan terima kasih atas swadaya dan gotong royong masyarakat. Ini sangat membantu pemerintahan dalam hal menciptakan kamtibmas,” ungkapnya, (13/06).
Didik berharap, budaya gotong royong tersebut dapat dipertahankan oleh warga Desa Pelem, tidak hanya dalam pembangunan desa namun juga direalisasi dalam sosial kemasyarakatan. Sehingga akan tercipta guyub rukun antar warga dalam mewujudkan keamanan, ketertiban, dan keindahan,” pungkasnya.
Sebagai informasi, keberhasilan pembangunan lampu penerangan jalan di lingkungan RT tersebut ditutup dengan tasyakuran doa bersama disertai ramah tamah dan makan bersama, sebagai wujud syukur masyarakat dalam rangka membantu pembangunan desa menjadi lebih maju. (Ren)










