oleh

BPSDMI Bakal Bangun ATK Yogyakarta di Magetan

MAGETAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan terus berusaha untuk mengembangkan potensi yang dimiliki, salah satunya Industri Kulit yang merakyat di Kabupaten Magetan sejak dahulu kala.

Dikutib dari Arya Media di Magetan, Pemerintah yang terletak di ujung Barat Provinsi Jawa Timur, kedatangan tamu dari BPSDMI (Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri) Kementrian Industrian RI, dalam rangka menjalin silaturahmi terkait pendirian kampus ATK (Akademi Teknologi Kulit) Yogyakarta di Kabupaten Magetan. Bertempat di Ruang Jamuan Pendopo Surya Graha Magetan, Jumat (12/03/2021).

Kepala BPSDMI Kementrian Industrian RI Ir. Arus Gunawan, menjelaskan bahwa, pemerintah pusat menyiapkan studinya dan daerah menyiapkan lahannya. Menurutnya, ada dua hal studi di Kabupaten Magetan yaitu, untuk pengembangan industri, bangunan sentra, dan mesin proses produksi. Sehingga dana dari pusat dimasukan ke daerah untuk membuat sentra tersebut.

“Nantinya, setra tersebut dikelola oleh Pemerintah Daerah (Pemda) dan dinas terkait yang menanganinya,” kata Ir. Arus Gunawan.

Baca Juga  Hari Guru Nasional 2024, Khofifah Ajak Guru Terus Belajar dan Beradaptasi dengan Perubahan Zaman
Bupati Magetan Suprawoto, Di Ruang Jamuan Pendopo Surya Graha Kab. Mageta. (Foto : Rika Wahyuni)

Gunawan menjelaskan, bahwa studi tersebut sudah memperhatikan faktor desainnya sehingga untuk persyaratan ekspor sudah memenuhi syarat. “Dengan adanya kerjasama ini bisa berkembang dapat lebih luas sehingga dapat merencanakan usulan usulan di daerah,” jelasnya kepada Arya Media, Jumat (12/3).

Sementara itu, Bupati Suprawoto menyambut baik kunjungan rombongan dari BPSDMI Kementrian Industrian RI. Dengan adanya ATK Yogyakarta di Magetan, dapat mendukung sumberdaya manusia menjadi bagus lagi. Pun Pemkab Magetan berencana memindahkan kantor pusat yang sebelumnya di Ngoro berpindah ke kota Magetan.

Baca Juga  Bupati Magetan Safari Ramadan 1447 H di Masjid Taqwa Parang, Sejarah Perjuangan Pangeran Diponegoro ​

“Industri sepatu ini merupakan padat karya, sekaligus ramah lingkungan, dan limbahnya sangat kecil. Demikian juga dengan pendidikan pokasi yang lain dan pelatihan yang menyongsong fpur poin zero (4.0), sehingga orang Magetan mendapatkan pendidikan yang semestinya,” tutup Bupati Suprawoto. (Rwy/Ren)

News Feed