Oleh: Djoko Tetuko Abd. Latief, MSi,
Pimred WartaTransparansi.Com
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi dengan basis digital, memang mengubah peradaban komunikasi melalui media sosial (medsos) menjadi lebih dahsyat dan sangat mengkhawatirkan.
Apalagi berbagai karya tulis, karya foto, karya video, karya audio, atau konvergensi berbagai karya mampu diproduksi melalui alat komunikasi bernama handphone (HP), juga dalam waktu singkat dapat dikomunikasikan melalui media siber.
Medsos dengan fasilitas media siber berbasis digital dengan kekuatan internet memang luar biasa, tinggal menentukan dalam hitungan detik, membagi informasi berbau positif dan membangun atau sebaliknya, menyebarluaskan informasi merugikan dan menyesatkan.
Gubernur Jawa Timur Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, MSi saat menyematkan Satya Lancana Karya Satya 30 tahun, 20 tahun dan 10 tahun, kepada Aparat Sipil Negara (ASN) di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Sabtu (10/10/2020), mengingatkan agar semua ASN di lingkungan Pemprov Jatim selalu waspada dalam penggunaan medsos.
Mengingat di tengah kemajuan teknologi infornasi terkini, semua pegawai untuk menjaga menggunakan medsos dengan baik. Juga tidak lagi menggunakan handphone untuk hal hal yang bisa mengurangi kepercayaan dan kredibilitas ASN maupun lembaga.
Gubernur menegaskan, ASN di lingkungan Pemprov harus bersih dari hal hal yang melenceng, mengurangi hak orang lain, apalagi mengarah pada tindakan dugaan tindak pidana korupsi.
Diingatkan bahwa ASN harus menggunakan anggaran sesuai peruntukan untuk mensuport pembangunan, terutama dalam rangka meggerakkan roda ekonomi dan pengendalian Covid-19.
Dalam kesempatan itu Khofifah juga meminta agar ASN senantiasa menggunakan masker dengan aman dan menjaga jarak. Ini hal sederhana tapi di lapangan ternyata sangat longgar.
Pesan Gubenrur Khofifah menjelang detik-detik peringatan Hari Ulang Tahun Pemerintah Provinsi Jatim ke-75, 12 Oktober 2020, sangat tepat. Mengingatkan kedahsyatan teknologi handphone jika salah menggunakan, bahkan tidak waspada akan merusak semangat kerja, juga budi pekerti para ASN.
Lebih dari itu, kesalahan penggunaan dan pemanfaatan medsos di era teknologi serba canggih, kurang waspada dalam menyebarluaskan informasi berakibat merugikan perorangan, kelompok atau komunitas lain bahkan lembaga, bisa terjerat dengan sanksi hukum.
Pesan Gubernur Khofifah merupakan cara seorang ibu memberikan pelajaran berharga kepada sang anak atau siapa saja, mengingatkan dua kekuatan besar dimiliki seorang ibu. Pertama, menjadi sekolah anak sepanjang kasa, dan kedua, tersimpan surga di telapak kakinya.
Tanpa merendahkan titah ibu, pesan sekaligus peringatan Gubernur Khofifah sangat positif dan begitu bermakna dalam menjaga kehormatan ASN juga martabat warga Jatim.
Juga mampu mengubah perilaku mematuhi protokol kesehatan, dengan mengikuti pesan ibu; 3M, memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak. Semoga juga membawa kemaslahatan dan barokah, sekaligus mampu mengendalikan penggunaan medsos ke arah positif. (@)










