SIDOARJO (wartatransparansi.com) – Langkah jitu ditempuh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Sidoarjo dalam menangkal isu SARA selama Pilkada. Selasa (10/11/2020), Kejari selaku kordinator Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Keagamaan dalam Masyarakat (Pakem) menggelar rapat koordinasi (Rakor) Optimalisasi Pakem Dalam Pilkada Kabupaten Sidoarjo tahun 2020.
Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sidoarjo Setiawan Budi Cahyono, SH, MHum mengatakan jika koordinasi bersama Tim Pakem Kabupaten Sidoarjo ini merupakan langkah preventif guna mengantisipasi gejolak Isu SARA, khususnya yang menyangkut agama, selama proses Pilkada.
“Sudah Kewajiban kita bersama menangkal isu SARA (Suku, Agama, Ras dan Antargolongan) Apalagi tahun ini adalah tahun politik di Sidoarjo (Pilkada, red) jangan sampai isu agama ditunganggi oknum yang tidak bertanggung jawab demi Politik sesaat,” ungkap Setiawan Budi, di kanor Kejari, kemarin (10/11/2020).
Sementara itu, Kasi Intel Kejari Sidoarjo, H. Idham Kholid, SH, MH, mengungkapkan jika perhelatan Pilkada Sidoarjo maupun Pilkades serentak nanti jangan sampai membawa isu keagamaan yang berujung pada SARA.
“Koordinasi Pakem hari ini (kemarin) adalah untuk mengantisipasi agar peristiwa kampanye hitam (black compaign) berunsur SARA, serta menimbulkan hoaks dan ujaran kebencian mengatasnamakan keyakinan baik disampaikan langsung ataupun melalui medsos tidak terjadi di Kabupaten Sidoarjo,” tandas Idham Kholid.
Lanjut Gus Idham, sapaan akrab Idham Khalid, jika program Rakor Pakem Kejari Sidoarjo untuk merekatkan diri dalam Bhineka Tunggal Ika dan merajut saling menghargai serta menghormati antar agama, aliran kepercayaan dan etnis.
“Kami (Kejari Sidoarjo red) ingin Sidoarjo cerdas, sejuk dan damai, dalam perhelatan Pilkada maupun Pilkades serentak tahun ini di kota Delta,” harap Gus Idham.
Sementara itu, Ketua LPBH NU Sidoarjo, H. Samiadji Makin Rahmat, SH MH, sangat mengapresiasi inisiatif dari Kejari Sidoarjo mengadakan Rakor, optimalisasi peran Pakem dalam Pilkada Sidoarjo.
“Sebagai kordinator Pakem, langkah cerdik dan cerdas dilakukan Kejari Sidoarjo. Sehingga harmonisasi hubungan antarumat beragama, beda keyakinan dan aliran serta etnis tetap seiring sejalan. Jangan sampai Pilkada malah menjadi ajang saling memburuk situasi,” ungkap Makin Rahmat.
Makin Rahmat menambahkan jika Kajari Setiawan Budi Cahyono juga berpesan kepada LPBHNU Sidoarjo bisa melakukan konsolidasi, penyuluhan dan bimbingan kepada masyarakat untuk taat aturan.
“Beliau cukup arif, menempatkan kepentingan umat guna menjaga stabilitas, khususnya keutuhan, kebersamaan serta sinkronisasi semua stakeholder menjaga kerukunan, kebersamaan dalam pesta demokrasi,” pungkasnya. (mat/jtm)










