oleh

Haornas Merana di Masa Corona

Oleh: H. Djoko Tetuko Abd Latief, MSi, Pimred WartaTransparansi.Com (Sekretaris Dewan Penasehat SMSI Jawa Timur)

HARI Olahraga Nasional (Haornas) 9 September 2020, menjadi moment paling merana, mengingat peringatan berbagai kegiatan olahraga harus menyesuaikan masa pandemi Covid-19.

Masa pandemi dengan penyebaran virus Corona di Indonesia sudah menembus 200 ribu lebih, mau tidak mau harus berkompetisi dengan Covid-19 dengan mematuhi protokol kesehatan.

Sayang, ketika beberapa negara Eropa dan Amerika Serikat dengan data kasus warga positif terinfeksi Corona sangat tinggi, masuk “10 besar” dunia, sudah mulai menggelar berbagai event olahraga, seperti sepakbola antarnegara Eropa dan Tenis USA Opent. Indonesia saat Haornas tidak menjadikan sebagai moment kebangkitan event olahraga, di tanah air.

Padahal, di depan mata pada tahun 2021 akan menjadi tuan rumah sepakbola Piala Dunia U-20, dan tahun 2023 tuan rumah Piala Dunia Basket bersama Jepang dan Philipina.

Sekedar sebuah catatan, dalam percaturan olahraga dunia, Indonesia meraih medali pertama kali pada Olimpiade Seoul 1988 yaitu ketika Nurfitriyana Saiman, Kusuma Wardhani, dan Lilies Handayani meraih medali perak dalam cabang panahan beregu putri. Di antara sejumlah cabor yang diikuti, Medali emas pertama Indonesia diraih cabor bulu tangkis oleh Susi Susanti (tunggal putri) dan Alan Budikusuma (tunggal putra) pada Olimpiade Barcelona.

Baca Juga  Sepak Bola Indonesia Benar-benar “Mati Suri”

Pada Olimpiade 2016 di Rio de Janeiro, Indonesia berhasil meraih medali emas pada cabang olahraga bulu tangkis melalui nomer ganda campuran Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir.

Dalam berbagai pergelaran gengsi event olahraga antarnegara di benua kuning, Indonesia mencatatkan prestasi terbaik di sepanjang sejarah pesta olahraga Asian Games, ketika tuan rumah Asian Games XVIII di Jakarta-Palembang pada 18 Agustus-2 September 2018. Kontigen Merah-Putih mampu di posisi keempat dengan raihan 31 emas, 24 perak, dan 43 perunggu. Secara keseluruhan ada 98 medali yang didapat.

Sedangkan kontingen China keluar sebagai juara umum Asian Games 2018, dengan catatan 289 medali, terdiri atas 132 emas. 92 perak, dan 65 perunggu.

Prestasi Asian Games 2018, merupakan lonjakan besar dibanding Asian Games XVII 2014, di posisi ke-17 klasemen medali, dengan raihan 4 emas, 5 perak, dan 11 perunggu saat berlaga di Incheon.

Pencapaian terburuk Indonesia di Asian Games terjadi di tahun 1954, saat berlaga di Manila. Indonesia cuma membawa tiga medali, semuanya perunggu.

Saat menjadi tuan rumah pertama di tahun 1962, Indonesia mampu mencapai posisi kedua, dengan memperoleh 21 emas, 26 perak, dan 30 perunggu.

Di kancah negara-negara kawasan Asia Tenggara, tercatat Indonesia juara umum SEA Games 10 kali, yakni saat pelaksanaan SEA Games 1977, 1979, 1981 dan 1983, kemudian 1987, 1989, 1991 dan 1993, dan disusul pelaksanaan 1997 serta kemudian SEA Games 2011 di Indonesia.

Baca Juga  Belajar dari Demo Anarkis UU Ciptaker

Perolehan medali terbanyak Indonesia terjadi pada 2011. Ketika itu, Indonesia sebagai tuan rumah. Total medali yang diraih 476 medali.

Prestasi serupa juga diraih oleh Indonesia pada SEA Games 1997. Indonesia juga keluar sebagai juara umum setelah menorehkan 410 medali.

Hari ini, Kementerian Pemuda dan Olahraga memperingati Haornas sebagai titik awal implementasi sport science dalam olahraga nasional. Sejumlah kegiatan dan lomba secara visual telah diadakan, bahkan acara pra-Haornas sudah digelar sejak 1 Februari lalu.

Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali, mengajak masyarakat untuk menjadikan momentum Haornas tidak hanya perihal kebugaran, namun juga mendorong prestasi olahraga dengan dukungan sport science dan pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui sport tourism dan sport industry.

Haornas mengambil moment bersejarah, ketika Indonesia kali pertama menggelar Pekan Olahraga Nasional (PON) I, 9 September 1948, di stadion Sriwedari, Solo, Jateng.

Haornas dalam sejarah Orde Baru ditetapkan oleh Presiden Soeharto

melalui Kepres nomor 67 tahun 1985 tentang Haornas menetapkan bahwa tanggal 9 September diperingati secara nasional oleh masyarakat olahraga. Jika dihitung sejak tanggal ditetapkan, Haornas tahun 2020 ke-35.

Sebelum menetapkan Haornas, ada beberapa catatan sejarah ditorehkan Presiden Soeharto berkaitan dengan olahraga, dengan  mencanangkan Gerakan Nasional tentang Panji Olahraga pada tahun 1983. Salah satu motto yang paling populer dan fenomenal dari Panji Olahraga yakni “mengolahragakan masyarakat dan memasyarakatkan olahraga”.

Baca Juga  Di Balik Rahasia LaNyalla dan Haul Mbah Hamid

Indonesia juga mengajukan diri sebagai tuan rumah Olimpiade 2032, tetapi tidak mudah dan persaingan sangat ketat. International Olympic Committee (IOC), pasti sangat profesional memilih dengan berbagai pertimbangan maupun kajian.

Indonesia  memperebutkan jatah host multievent empat tahunan tersebut bersama Australia, India, Korea bersatu, China, Jerman, dan Qatar yang sudah mengajukan.

Bagi Indonesia, memperingati Haornas 2020, jauh lebih hebat dan bermartabat, jika mau menghitung dengan sungguh-sungguh. Kekuatan dan kelemahan, juga peluang dan ancaman.  Melakukan pemetaan Olahraha prioritas prestasi sesuai IOC dan olahraga masyarakat sesuai adat dan bakat rakyat.

Bahkan menjadi kewajiban di masa pandemi Covid-19, menyampaikan informasi kepada publik, Cabor olahraga prioritas dengan target internasional dan dunia. Juga Cabor olahraga di kawasan Asia Tenggara dan nasional dengan model pembinaan sekaligus prestasi seperti apa?

Haornas 2020 bersama seluruh negara di dunia, boleh merana karena terhalang virus Corona. Tetapi semangat tetap membara, dan prestasi olahraga Indonesia wajib tetap terjaga dengan berbagai usaha dan upaya menuju prestasi dunia. (@)

Komentar

News Feed