Surabaya – Komite Pemilihan (KP) Kongres Luar Biasa (KLB) Asprov PSSI Jatim telah menetapkan 14 calon tetap anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI Jatim. Hal itu diumumkan oleh Ketua KP H Samiaji Makin Rahmat, Selasa (9/3) di Kantor PSSI Jatim.
“Tidak banyak perubahan. Semoga acara KLB nanti semua peserta dan pemilik voter bisa menjadi barometer dalam pelaksanaan KLB di tengah pandemi Covid-19, tetap mengikuti prokes,” ungkap Ketua KP KLB Asprov PSSI Jatim, saat dihubungi WartaTransparansi.Com, newsroom group siberindo.co, Rabu pagi (10/3/2021).
Lanjut Makin Rahmat, jumlah calon anggota Exco PSSI yang akan maju dalam KLB Asprov PSSI Jatim, 27 Maret mendatang ini bertambah satu setelah Komite Banding Pemilihan (KBP0 meloloskan satu calon yang sempat tidak k lolos verifikasi yang dilakukan KP pada 21-24 Februari 2021 lalu.
Calon tersebut atas nama Joko Purwoko. Ia dinyatakan lolos setelah melakukan banding atas hasil verifikasi KP dalam kurun waktu 2-5 Maret 2021 lalu. Dasar dari tahapan KPB sendiri hingga penetapan calon, berdasarkan keputusan rapat Komite Eksekutif Asosiasi PSSI Jatim 12 Januari 2021; Keputusan KP No. SKEP/002/III/2021 tentang Daftar Calon Sementara Ketua, Wakil Ketua dan Anggota Komite Eksekutif Asosiasi PSSI Provinsi Jawa Timur, 01 Maret 2021 dan Keputusan Komite Banding No. 001/Komdinglih/PSSI-Jatim/III/2021 08 Maret 2021.
“Dari proses itu, maka Komite Pemilihan dan Komite Banding Pemilihan menetapkan atau memutuskan daftar calon tetap ketua, wakil ketua dan anggota komite eksekutif Asprov PSSI Jatim periode 2021-2025,” tambah Makin Rahmat.
Dari 14 calon tetap anggota komite eksekutif ini, untuk calon ketua, Ahmad Riyadh menjadi calon tunggal atau belum tergantikan, sementara untuk calon wakil ketua ada dua nama, yakni dr Wardy Azhari Siagian dan Amir Burhannudin.
Sedangkan 14 pemain calon tetap anggota Komite Eksekutif meliputi; Alfiyah, Chalid Abubakar, Djohan Susanto, Dyah Wijayanti, H. Thoriq, Edy Yunan Ahmadi, Asiar Gatut Amansari, Cholid Ghoromah, Sujiatno, Mohammad Farid, Purwanto, Rita Triana, Yudi Meira dan Djoko Purwoko.
Dari 14 nama ini, ada tujuh wajah lama yang kembali mencalonkan diri. Mereka adalah, Ahmad Riyadh, Wardy Azhari Siagian, Chalid Abubakar, H. Thoriq, Cholid Ghoromah, Mohammad Farid dan Rita Triana.
Sementara 10 orang lainnya baru mencalonkan pada periode kali ini. Yang menarik dari beberapa calon anggota komite eksekutif PSSI Jatim yang baru kali ini mencalonkan, mereka bisa dikatakan mewakili dari unsur-unsur persepakbolaan yaitu pemain dan wasit.
Seperti Djohan Susanto yang pernah menjadi pemain dari Persegres Gresik, kemudian perwakilan wasit ada sosok Purwanto yang mantan wasit FIFA, dan beberapa kali terpilih menjadi wasit terbaik di kompetisi Liga Indonesia.
Namun demikian dari calon anggota komite eksekutif PSSI Jatim ada yang mengejutkan dengan lolosnya Djoko Purwoko, yang beberapa waktu lalu namanya bersama Achmad Haris sempat menghiasi media massa di Indonesia terkait dugaan terkait praktik jual beli jabatan manajer Timnas Indonesia U-19 untuk Piala Dunia U-20 2021.
Namun demikian Badan Yudisial PSSI setelah melakukan klarifikasi tidak menemukan adanya praktik jual beli jabatan manajer Timnas PSSI, Djoko Purwoko mengakui menerima uang dari Achmad Haris dalam kaitan jual beli tiket dan merchandise dan uang itu sudah dikembalikan kepada Achmad Haris.
“Tidak kalah penting adalah peran media untuk ikut mengangkat harkat dan martabat dunia sepak bola tanah air. Bagaimana pun, PSSI Jatim hingga saat ini menjadi barometer, sehingga perlu keseriusan dan keikhlasan dalam mengabdi di Asprov PSSI Jatim,” pungkas Makin Rahmat. (mat/jtm)










