LAMONGAN | siberindo.co – Kapolsek Bluluk IPTU Sudibyo SH menyatakan, isu penculikan anak dan penjualan organ tubuh manusia yang akhir – akhir ini meresahkan masyarakat Bluluk dan sekitarnya adalah tidak benar adanya alias hoax.
“Terkait isu penculikan anak dan penjualan organ tubuh manusia di Lamongan pada khususnya wilayah Bluluk pada umumnya tidak ada, itu adalah berita hoax,” terang Kapolsek saat melaksanakan ‘Jumat Curhat’ di Kantor Balai Desa Bronjong Kecamatan Bluluk, Jumat (10/2).
Ia juga menyampaikan, terkait beredarnya pesan suara penculikan anak di wilayah Kecamatan Ngimbang adalah hoax, hal itu, kata dia, sudah dklarifikasi ke yang bersangkutan yakni pak kades dan juga Polsek Ngimbang.
“Namun kami tetap menghimbau, meskipun berita tersebut tidak benar dan hoax, agar para orang tua terutama yang mempunyai anak kecil agar diawasi dan dicek keberadaannya guna mengantisipasi hal yang tidak diinginkan terjadi,” ucap Kapolsek.
Ia sangat berharap dukungan dari muspika Glagah dan pemerintah desa lainnya untuk selalu senantiasa ikut menjaga situasi kambtibmas di wilayah Bluluk agar tetap aman dan kondusif.
“Apabila ada orang yang mencurigakan agar berkoordinasi dengan bhabinkamtibmas dan bhabinsa serta perangkat desa untuk dikroscek dan diinterogasi, jangan main hakim sendiri karena termakan isu di media sosial,” jelasnya.
Menurutnya, masyarakat saat ini tidak perlu takut untuk melaporkan segala kejadian yang ada di masyarakat, baik yang masalah kecil maupun masalah yang sangat besar. Lapor polisi tidak dipungut biaya apapun alias gratis.
“Masyarakat Bluluk pada umumnya, apabila ada kejadian atau keluhan apapun langsung saja menghubungi nomor telepon saya, supaya secepatnya segera saya ditindaklanjuti ke anggota saya yang ada di lapangan,” tandasnya.
(SMSI)










