SURABAYA (SIBERINDO.CO) – Ketua Majelis Hukum dan Hak Asasi Manusia (MHH) Muhammadiyah Jawa Timur, Ahmad Riyadh UB PhD, menegaskan bahwa kelanjutan penguatan kader di daerah kabupaten/kota se Jatim, dengan menggelar seminar dan pelatihan paralegal.
“Sesuai dengan tema besar dari acara ini, kami menginginkan memberikan bekal kepada kader Muhammadiyah yang berkemajuan, juga berkemampuan menjunjung tinggi Hukum, Keadilan, dan Hak Asasi Manusia,” kata Ahmad Riyadh sebelum membuka acara di Grand Swiss-belhotel Darmo Surabaya, Sabtu (9/12/2023).
Ahmad Riyadh menegaskan, Muhammadiyah sebagai gerakan Islam yang berasas pada keyakinan Tauhid yang murni (Islam), berpedoman pada al-Qur’an dan Sunah Nabi (Hadist), berwatak tajdid atau pembaharuan dan senantiasa melaksanakan dakwah Islam dalam seluruh bidang kehidupan dengan tujuan mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.
“Jadi hasil dari acara seminar dan pelatihan paralegal ini, MHH atau Majelis Hukum dan HAM berharap dapat menggerakkan kader di daerah menjunjung tinggi hukum, yang berkeadilan juga mengawal Hak Asasi Manusia,” harapnya.
Lanjutnya, keberpihakan pada masyarakat yang membutuhkan khususunya permasalahan hukum menjadi nilai lebih gerakan Islam yang diagendakan oleh Persyarikatan Muhammadiyah. Bahkan saat ini “Berkemajuan” sudah diidentikan dengan gerakan Muhammadiyah.
“Oleh karena itu, ‘Berkemajuan’ sudah tidak berada pada tataran konsep. Bukan lagi bersifat teoritis, normatif, dan, konsepsional namun menjelma dalam bentuk gerakan atau aksi. Seperti yang sudah terjadi pada Muahammadiyah. ‘Gerakan’ adalah sekelompok manusia yang tertinggi, di atas organisasi dan paguyuban. Gerakan levelnya sudah di atas organisasi,” pungkasnya. (mat)










