MAGETAN | JATIM.SIBERINDO.CO – Upaya meminimalisasi kerusakan lingkungan di wilayah Kabupaten Magetan, Pemerintah menggelar rakor (Rapat Koordinasi) rencana pelaksanaan gerakan gotong royong reboisasi penghijauan, bersama Kementerian Agama, Kepala Sekolah dan Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Bertempat di ruang jamuan Pendapa Surya Graha, Senin ( 08/11/2021).
Gerakan penghijauan dan reboisasi adalah salah satu kegiatan penting yang harus segera dilaksanakan secara konseptual dalam menangani krisis lingkungan, salah satunya di aliran sungai Gandong.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Magetan, Saif Muchlissun menjelaskan, bahwa pihaknya menggandeng unsur pendidikan di Magetan, untuk ikut membantu menjaga alam melalui Program Gotong Royong Reboisasi dan Penghijaun di Magetan.
“Program ini dilakukan dengan mensosialisasikan kepada Bapak/Ibu Guru SMA/SMK /sederajat dimana sekolah-sekolah ini dilalui aliran sungai Gandong. Nantinya anak-anak sekolah akan digerakkan untuk melakukan reboisasi dan penghijauan,” ujar Muhklissun, Senin (08/11).
Bupati Suprawoto selalu menyampaikan, bahwa anak-anak harus diajarkan untuk mencintai lingkungan sedini mungkin, dengan membuat sumur resapan sebanyak-banyaknya. Menurutnya, siswa sekolah berpotensi luar biasa untuk mencintai lingkungan dengan menghijaukan sekolah yang dekat aliran sungai.
“Ini adalah waktu yang tepat untuk menanam di awal musim hujan. Kegiatan ini jangan bersifat parsial, tapi melibatkan diaspora Magetan sampai anak sekolah (SMA/SMK/MA). Anak-anak nantinya dapat menghijaukan pinggiran aliran sungai sesuai sekolah yang sudah dipetakan oleh DLH,” jelas Bupati Magetan.
Selain itu, Bupati Suprawoto meminta, setelah menanam pohon, diharapkan dapat mengawasi sekaligus merawat tanamannya, agar nantinya pohon-pohon itu dapat berfungsi menahan longsor ketika musim kemarau. “Alangkah baiknya kita melakukan hal yang bermanfaat meskipun hasilnya tidak terlihat saat ini. Tapi, suatu saat akan dinikmati anak cucu kita kelak,” terangnya. (Ren)










