oleh

Pria Misterius Ditemukan Nyaris Sekarat di Tempat Sampah RS Madiun

MADIUN (WartaTranspaeansi.Com) – Peristiwa kemanusiaan menyentuh perasaan terjadi di Madiun, Jawa Timur, Kamis sore (7/1). Pria misterius ditemukan nyaris sekarat mendekam kedinginan di tempat sampah sebuah rumah sakit (RS), saat turun hujan.

Korban yang tidak memiliki tanda pengenal diri dan sulit diajak bicara itu, pertama kali ditemukan petugas RS Paru Dungus, Desa Ngebrak, Kecamatan Wungu.

Saat ditemukan, korban hanya mengenakan celana pendek dan kaos lusuh penuh daki. Posisinya duduk mendekam dengan kedua tangan silang mengapit dada, sebagai tanda tengah melawan rasa dingin guyuran hujan serta hawa pegunungan.

Baca Juga  Datangi Polres Lamongan, Warga Pule Adukan Dua Orang Terkait Pencemaran Nama Baik

“Menggigil kedinginan saat pertama kali ditemukan petugas rumah sakit itu. Mengenakan kaos tapi sudah lusuh,” tutur Maidora, anggota Tim SAR, kepada jurnalis.

Korban yang nampak lepas ingatan, ketakutan, dengan kedua bola mata yang pandang tiada arti itu langsung dievakuasi petugas RS. Evakuasi dilakukan dengan bantuan warga sekitar, kemudian dimandikan.

Pihak RS juga mengganti baju yang menempel di tubuh korban, dengan pakaian baru yang lebih nyaman dikenakan.

Baca Juga  133 Pramuka Siaga Garuda Dilantik, Polsek Tikung Beri Pesan Moral

“Sekarang sudah berada di ruang perawatan RS tersebut. Juga sudah diberi makan dan kebutuhan lainnya. Tapi belum ada pihak keluarga yang merasa kehilangan,” tambah Maidora.

Pihak Rumah Sakit Paru Dungus belum ada yang bisa dimintai konfirmasi terkait itu. Yang pasti, korban sudah dalam penanganan RS setempat.

Yang ironis, disaat anak bangsa terserakah di muka bumi tanpa arti, justru pejabat tinggi berpesta korupsi seakan hilang rasa peduli.

Baca Juga  Berkunjung ke Magetan, Gubernur Jatim Bahas Indikator Turunkan PPKM

Korban yang mestinya memperoleh hak penuh penanganpemerintah atas kondisi sosialnya, namun anggaran bantuan sosial segede Rp 5,9 triliun malah dikorupsi Menteri Sosial nya, Juliari Batubara.

Kini korban dalam pengawasan pihak RS Paru Dungus, sambil menunggu perkembangan apakah ada pihak keluarga yang mengakui kemudian mengajaknya pulang kembali. (fin/jtm)

News Feed