oleh

Gubernur Khofifah Paparkan Inovasi SIKAP dan Sahabat Pulang di IGA 2026

JATIM.SIBERINDO.CO – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, memaparkan dua inovasi unggulan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, yakni Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan (SIKAP) dan Sahabat Pulang, dalam Presentasi Kepala Daerah Regional Jawa-Bali Innovative Government Award (IGA) 2026, Rabu (4/11/2026) secara zoom atau daring langsung dari Makasar.

Kegiatan yang diselenggarakan Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri tersebut menjadi ajang pemaparan inovasi daerah yang berdampak langsung bagi masyarakat. Dalam paparannya, Gubernur Khoffifah didampingi kepala Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, Plt Kepala Badan Riset dan Daerah, serta Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jatim.

Dalam paparannya, Khofifah menjelaskan, SIKAP merupakan inovasi yang mengintegrasikan penguatan ketahanan pangan dengan pembentukan karakter, keterampilan, dan jiwa kewirausahaan peserta didik. Program ini telah melibatkan 1.548 sekolah melalui pengembangan sektor pertanian, peternakan, perikanan, serta pengelolaan sampah.

Baca Juga  Nelayan Kesulitan Berlayar, Cawabup Astiti Suwarni Janji Lakukan Pengerukan Pantai Sedayu Lawas

Menurutnya, SIKAP tidak hanya menjadi sarana pembelajaran, tetapi juga ruang produksi dan praktik kewirausahaan dengan mengoptimalkan lahan yang tersedia di lingkungan sekolah.

“Yang ingin kita lakukan adalah menjadikan proses pembelajaran secara kontekstual, bagaimana melihat potensi lahan di hampir semua sekolah yang belum dimanfaatkan secara optimal, sehingga bisa menjadi bagian dari pengintegrasian antara teori yang diperoleh di kelas dan praktik,” jelasnya.

Melalui program tersebut, peserta didik terlibat langsung dalam pengelolaan lahan dan produksi pangan. Hasilnya juga dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi melalui kemitraan dengan pelaku usaha dan offtaker. Sejumlah sekolah, misalnya, telah mengembangkan budidaya ikan nila, peternakan ayam potong dan petelur, hingga produksi melon dan sayuran.

Pemasaran produk dilakukan secara langsung kepada masyarakat maupun melalui media sosial. Bahkan, beberapa sekolah telah menjalin kerja sama dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk menyalurkan hasil produksi pangan.

Baca Juga  Raih Rp 60 Juta, Victim Esport Jakarta Rebut Piala Menpora

SIKAP juga mengintegrasikan pengelolaan sampah organik menjadi pupuk serta pemanfaatan sampah anorganik untuk mengurangi pencemaran lingkungan. Saat ini, Pemprov Jatim juga menjajaki kerja sama pemasaran komoditas cabai, daun pandan, dan serai dengan Saria Raya Jepang.

Untuk menjaga keberlanjutan program, pembinaan dilakukan secara berjenjang melalui Dinas Pendidikan Jatim, kepala cabang dinas pendidikan, dan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS). Gubernur Khofifah juga melakukan pemantauan langsung ke sejumlah sekolah.

Ia berharap SIKAP dapat menjadi model pembelajaran sekaligus penguatan ketahanan pangan yang bisa direplikasi daerah lain, karena pemanfaatan potensi pangan dapat dimulai dari lahan terbatas. “Untuk membangun ketahanan pangan tidak harus dengan luasan berhektare-hektare, tetapi dari area yang ada sebetulnya memiliki potensi untuk bisa dimaksimalkan,” ungkapnya.

Selain SIKAP, Gubernur Khofifah memaparkan inovasi Sahabat Pulang, program sosial yang berfokus pada fasilitasi pemulangan masyarakat terlantar ke daerah asal. Sahabat Pulang telah memfasilitasi pemulangan 5.079 orang.

Baca Juga  Peringati HPN 2022, Kapolres Tulungagung Gelar PIRAMIDA dan Potong Tumpeng

Sementara itu, sekitar 200 orang masih berada di unit pelaksana teknis (UPT) Dinas Sosial Jatim karena keberadaan keluarga atau daerah asalnya belum terkonfirmasi. Program ini didukung 120 pekerja sosial, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), serta Jatim Social Care (JSC). Sejak 2024 hingga 2026.

Gubernur Khofifah menegaskan pentingnya penguatan koordinasi dan regulasi lintas daerah untuk memastikan pelayanan sosial berjalan terintegrasi, efektif, dan akuntabel. Pemanfaatan jejaring pekerja sosial, TKSK, dan JSC juga mendukung proses pendataan serta koordinasi pemulangan.

Melalui kedua inovasi tersebut, Pemprov Jatim terus memperkuat inovasi pelayanan publik, baik dalam membangun ketahanan pangan dan meningkatkan kualitas pendidikan maupun menghadirkan pelayanan sosial yang inklusif dan berkelanjutan.(***)

News Feed