oleh

Program Urun Dana Dibolehkan OJK, AMPI Jatim Gelar Webinar

SURABAYA (SIBERINDO.CO) – Kondisi pandemi Covid-19 tidak menyurutkan DPD Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Jawa Timur menggelar webinar Crowdfunding dan Fund Raising atau program urun dana bersama Kanwil Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 4 Jatim dan sederet pakar ekonomi.

Narasumber yang ikut mewarnai, seperti Moh. Eka G. Sukmana,SE.,M.Si., CRISC (Deputi Direktur Pengawasan LJK 4 dan  Perizinan di OJK Regional IV Jawa Timur), Saidu Solihin (Praktisi Crowdfunding), Iwan Soelasno (Founder Desapedia.id) dan Royas Amri Bestian (Sign Design Communications/SDC).

Ketua Dewan Pembina DPD AMPI Jatim, H.M Sarmuji mengatakan, crowdfunding sendiri tengah berkembang meskipun belum massif. Namun untuk jangka panjang, crowdfunding akan menjadi model bagi proses penghimpunan dana.

“Terutama untuk UMKM,” kata Sarmuji usai acara di Studio Golkar TV, Surabaya, Sabtu (3/7/2021).

Lanjut Sarmuji, UMKM yang berhutang di bank bisa memanfaatkan model crowdfunding terutama Equity Crowdfunding (ECF) atau fintech urun dana. Ada pula crowdfunding tipe sukuk bunga dan obligasi yang disebut sebagai Security Crowdfunding (SCF).

BACA JUGA:  2 Bakal Calon Ketua Datangi Kantor KONI Sampang

Sarmuji menambahkan, saat era pandemi ini, dana pihak ketiga di perbankan menumpuk. Padahal imbal hasil di perbankan sangat rendah. “Kalau deposit paling 2,5-3 persen per tahun,” tandasnya.

Sarmuji juga Ketua DPD Partai Golkar Jatim ini, tak memungkiri UMKM kesulitan untuk mengembangkan usaha karena keterbatasan modal tersebut.

“Saya meyakini bahwa crowdfunding bisa menjadi alternatif di samping mencari modal dari perbankan. Maka, melalui sosialisasi, masyarakat sudah mulai familiar dengan crowdfunding. Tinggal sosialisasinya. Sebenarnya OJK terbantu sekali dengan model begini. Karena ini juga bisa membantu menyosialisasikan. Ke depan akan lebih banyak lagi,” ungkap anggota Komisi XI DPR RI ini.

Apalagi saat ini banyak terobosan telah lahir salah satunya dari OJK bagi UMKM dan BUMDesa melalui platform permodalan crowd funding. Sehingga BUMDesa meskipun letaknya di desa memiliki kesempatan yang lebih luas lagi. Ia berharap acara ini dapat menambahkan manfaat bagi pertumbuhan UMKM di Tanah Air.

BACA JUGA:  Ketua Yayasan Lingkar Perdamain Lamongan : TMMD Mengajarkan Menjadi Manusia Bermanfaat

Pada kesempatan diskusi virtual ini, Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan (LJK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional 4 Mulyanto menjelaskan, OJK senantiasa memperhatikan kebutuhan produk jasa keuangan masyarakat. Termasuk dalam rangka memenuhi kebutuhan modal kerjaan maupun investasi.

Kemudian OJK  mengeluarkan izin regulasi ECF. Dalam perjalanannya, ECF saja ternyata tidak cukup. Karena equity hanya untuk kepesertaan kepemilikan modal. Maka, supaya market lebih terbuka luas, OJK membuka saluran baru dengan efek berbasis hutang. Bisa obligasi maupun sukuk. Sehingga OJK membuat regulasi SCF.

ECF dan SCF merupakan platform untuk memfasilitasi para calon investor maupun UKM yang ingin mendapatkan modal kerja sampai investasi hingga maksimal Rp 10 miliar.

BACA JUGA:  Lamongan PPKM Darurat Telah Dilaksanaka, Bansos Serentak Disalurkan

Sementara itu, Ketua DPD AMPI Jatim Pranaya Yudha Mahardhika mengatakan, giat webinar ini merupakan rangkaian agenda HUT ke-43 AMPI Jatim pada Juni lalu.

Webinar Crowdfunding and Raising diikuti AMPI kabupaten/kota se-Jatim hingga peserta dari luar pulau. “Di masa pandemi, crowdfunding merupakan harapan bagi pengusaha, BUMDesa dan UMKM,” katanya.

Sebab, permodalan kini bukan sekedar kredit konvensional melalui pinjam dana di bank atau koperasi. Popularitas crowdfunding atau urun modal tengah trending. Yudha berharap crowdfunding nantinya bisa menjadi solusi pendanaan yang akan berkembang di Indonesia.

“Nah, kita mau sosialisasikan lagi ke teman-teman AMPI dan jaringan kita pelaku usaha dan masyarakat umum bahwa crowdfunding sudah dibolehkan oleh OJK,” jelasnya. (mat/jtm)

News Feed