oleh

Alunan Sholawat Gus Roqi Bikin Jemaah “Markaz Sholawat” Menangis

SIDOARJO (SIBERINDO.CO) – Keterbatasan fisik tidak membatasi hambaNya untuk lebih dekat kepada Sang Khaliq dan manusia agung, baginda Muhammad SAW. Gus Isroqi Nur Muhammad, dari Mojogeneng, Mojokerto mampu membikin Jemaah sholawat menangis, meneteskan air mata kesyahduan untuk bersholawat.

Kehadiran group sholawat Gus Roqy – panggilan akrab Isroqi Nur Muhammad, memang sangat istimewa dan dinantikan ratusan Jemaah “Markaz Sholawat” di Desa Banjarpoh, Sidoarjo Kota, Senin (1/11/2021) malam.

Alunan sholawat yang begitu merdu dan merasuk, mampu membuka mata hati Jemaah karena wasilah dari Sholawat dan mengharap ridlo dan syafaat baginda Rasulullah.

“Beliau luar biasa, saya memang sering melihat di medsos bagaimana Gus Roqy melantunkan sholawat begitu merdu dan merasuk hati. Tanpa, terasa saya menangis, menitikkan air mata bahagia. Semoga nanti dipertemukan dengan Rasulullah,” tukas Hj. Labiba Faiza Rochana serta beberapa Jemaah yang menikmati alunan sholawat Gus Roqy.

Baca Juga  Sambut Ramadhan, Laznas BMH Bersih-bersih 114 Masjid se-Jatim

Apalagi, saat maqallul qiyam Gus Roqy dengan bahasa lisan yang merdu dan bahasa hati yang menyentuh seperti menyusup ke alam surgawi, melihat kemuliaan Allah ya Kariim: “Ya Nabi salam alaika, ya Rasul salam alaika. Ya habib salam alaika, sholawatullah ‘alaika. Wahai nabi, salam sejahtera untukmu, Wahai Rasul salam sejahtera untukmu. Wahai kekasih, salam sejahtera untukmu dan sholawat (Rahmat) Allah untukmu. Bulan purnama telah terbit menyinari kami, pudarlah purnama-purnama lainnya.”

Baca Juga  Pelepasan Peserta Mudik Gratis Tujuan Pulau Raas Madura

Usai diisi sholawat dari rombongan sholawat, ratusan Jemaah khususnya anak-anak diselingi berebut perabotan rumah tangga, seperti handuk, baskom, sapu, piring, siwur, wakul, cangkir, teko, hanger, dan tempat tisu, serta pohon pisang ‘uang’.

Menurut Gus Miftah Soddiq As-Syafii yang mempelopori peringatan maulid Nabi di Markaz Sholawat, semata-mata untuk membahagiakan dan membuat umat Baginda Rasulullah SAW lebih mensyukuri atas kelahiran beliau.

“Tahun-tahun sebelumnya, beberapa habbaib ikut hadir dan memberikan semangat kepada umat. Tapi, tahun ini kami menginginkan suasana lain, dengan berbagi kebahagiaan dan kesenangan terutama anak-anak agar lebih cinta kepada baginda Rasulullah,” paparnya.

Baca Juga  Pilkada di Kab Kediri Kondusif di Masa Pandemi Covid-19, Kapolres Kediri Apreseasi Seluruh Lapisan Masyarakat

Suasana lebih hidup, adanya mauidloh hasanah dari Gus Peyek yang mampu mengajak Jemaah untuk cinta Rasulullah dalam contoh prilaku sehari-hari dan dilakukan dialog dengan para samiin (pendengar) pengajian.

Mulai dari anak-anak, para janda dan gadis diajak naik ke atas panggung untuk memahami maknah hidup dan diberi reward uang seratus ribu dan lima puluh ribuan. “Rasulullah itu juga loman (dermawan) saya ingin mencontohkan langsung kepada anak-anak dengan membaca doa dan sholawat. Begitu yang ibu-ibu juga diarahkan untuk taat kepada suaminya,” ulas Gus Peyek. (mat/ jtm)

 

 

News Feed