Oleh: H. Djoko Tetuko Abd Latief, MSi *)
Pancasila.
Panca Krama
Kata Kitab Sutasoma Karya Mpu Tantular
Krama adalah sebuah Penghargaan Tertinggi sebagai simbol derajat berbangsa dalam bernegara.
Pancasila.
Panca Krama, mengatur Negara
Itulah Titah Raja Hayam Wuruk
Kata Kitab Negara Kertagama karya Mpu Prapanca
Pancasila,
Panca Krama
krama adalah sebutan pandangan hidup bangsa Indonesia dalam tata krama, dalam ukuran tatanan kehidupan normal dan bersahaja.
Pancasila Krama, berarti lima aturan dasar hidup dalam masyarakat
Lima tata karma, Lima pondasi dasar perilaku, adab, akhlak, sikap, dan sosial/silaturrahmi masyarakat Indonesia.
Pancasila Panca Norma
Lima tata krama dalam kandungan norma, sebuah Larangan sebagai norma
Dilarang mencuri, Dilarang mendengki, Dilarang membohongi, Dilarang mabuk-mabukan, dan Dilarang mengganggu
Pancasila adalah pilar ideologis negara Indonesia
Prinsip atau asas rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia.
Pancasila Lima ideologi utama Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Pancasila, Burung Garuda
Bertengger dan Terbang dalam Kehidupan Bangsa dan Negara Indonesia
tercantum pada alinea ke-4 Preambule (Pembukaan) Undang-Undang Dasar 1945.
Pancasila, digoyang dan diuji
1948 Madiun jadi sasaran amuk massa Pemberontakan PKI dari Front Demokrasi Rakyat bersama Partai Komunis Indonesia, Partai Sosialis Indonesia, Partai Buruh Indonesia, Pemuda Rakyat, dan Sentral Organisasi Buruh Seluruh Indonesia.
Pancasila Mau Diganti
Musso pemimpin gerakan “mengkhianati Pancasila” bersama PKI memimpin revolusi proletariat untuk mendirikan sebuah pemerintahan “Komite Front Nasional”.
Pancasila tetap terbang dan bertengger gagah terjaga, walau banyak tokoh bangsa gugur, satu dari mereka Gubernur Suryo. Pancasila (tetap) Sakti.
Pancasila Mau Diganti (lagi)
Enam jenderal dan satu kapten jadi korban fitnah politik, menyusul nafsu “saling membunuh” antar saudara pun “bunuh membunuh”, berlangsung di mana-mana. Pancasila tetap terbang dan bertengger menjaga merah putih dan bumi pertiwi.
Pancasila
tetap sejati
tetap suci
tetap dalam kandungan ibu pertiwi
tetap terbang bersama bendera merah putih keliling negeri. Dan
Pancasila (sejatinya) Sakti
Ingat!
Jangan coba-coba lagi
menggoyang, mengganti, apalagi mau menduduki kursi singgasana Pancasila,
pastilah akan mati seperti hanya sekedar mengumbar mimpi.
Ingat!
Pancasila (karena lahir dari rahim Istikharah) akan tetap terjaga, akan abadi,
Pancasila begitu suci, Pancasila tetap sejati, Pancasila selalu Sakti
Pancasila
Hari ini, hari esok, dan hari-hari menunggu akhir zaman
akan tetap terbang ke seluruh negeri
menjaga bumi pertiwi dan terus mengawal nusantara, bersama anak negeri sejati
Indonesia tetap terpercaya karena Pancasila
Indonesia tetap terjaga karena Pancasila
Indonesia tetap berdiri sejati di atas anak negeri sendiri (walau remang-remang terjajah di mana-mana)
Itulah kehebatan Pancasila Sakti
Ingat!
Pancasila bukan kitab suci, tetapi bersama anak negeri selalu dalam hati sanubari dalam berbagai uji penjaga bumi pertiwi, bersanding beriringan dengan kitab suci.
Itulah Pancasila Sejati
Itulah Pancasila Sakti.
*) Pimred WartaTransparansi.Com








