Dari Maghrib hingga Maghrib

(Sehimpun Puisi “Bicaralah yang Baik-Baik” Dirut RRI-7-Habis”) Menutup rentak hentak kumpulan puisi dan sajak tanpa retak apalagi gejolak, “Bicaralah yang Baik-baik”, sengaja

Adilkah?

Oleh: H. Djoko Tetuko Abd Latief, MSi, Sekretaris Dewan Penasehat SMSI Jatim (Pimred. WartaTransparansi.com) Biyo-biyo-biyo Semua kini benar-benar terjajah Corona. Virus itu

Kita Semua untuk Indonesia

Puisi Kebangsaan Polisi Bintang Tiga (2) “Membangun Martabat Bangsa”, bukan sekedar membangun gedung mencakar langit, tetapi membangun jiwa keberanian, membangun martabat kesabaran,