oleh

PAD Kabupaten Bondowoso Menurun Hingga Rp 24 Miliar

BONDOWOSO – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bondowoso mengalami penurunan hingga Rp. 24 miliar. Dimana semula berada di angka Rp. 232 miliar, kini menjadi Rp. 208 miliar. Penurunan PAD ini dampak dari Pandemi Covid-19.

Bupati Bondowoso, Salwa Arifin mengatakan, bahwa penurunan PAD tersebut, karena dana digunakan untuk refokusing penanganan Covid-19.

“Sebenarnya itu saja, karena Corona,” katanya, usai rapat paripurna di gedung DPRD Kabupaten Bondowoso, seperti dikutip petisi.co, grup siberindo.co, Jumat (18/9).

Adapun sumber PAD yang mengalami penurunan di antaranya, pajak daerah berkurang Rp. 11 miliar, retribusi daerah menurun Rp. 5 miliar dan pendapatan asli daerah yang sah turun hingga Rp. 7 miliar.

Baca Juga  Janji Turunkan Harga Migor Lunas, Mendag Zulhas Luncurkan MINYAKITA Rp14 Ribu per Liter

Menurunnya PAD ini, berdampak pada pembangunan. Maka dari itu, pada Tahun 2021 nanti akan lebih memaksimalkan anggaran.

“Kalau tahun ini tidak bisa mencari cara untuk menutupi. Meskipun kita sudah berupaya mencari dana ke atas, masih dalam proses dan belum tahu seperti apa,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bondowoso, Farida, menyebutkan, bahwa penurunan ini, karena ada relaksasi dari Badan Pendapatan untuk PBB, pungutan yang berpengaruh secara langsung seperti pajak restoran dan hotel.

Baca Juga  Masih Banyak Warga Kota Surabaya Berusia 17 Tahun Belum Perekaman KTP Elektronik

Sebagaimana diketahui, di tengah Pandemi Covid-19, Pemkab Bondowoso memberikan keringanan bagi warga, yaitu dengan memotong Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2).

Pembayaran pajak Rp.12 ribu sampai Rp. 2 juta diberikan keringanan hingga 50 persen. Sementara PBB-P2 dengan nominal Rp 2 juta ke atas, dipotong 10 persen.

“Kedua dari pendapatan pajak penerangan jalan. Dari adanya kebijakan dari pusat untuk membebaskan tarif yang 450 Kwh itu juga akan berpengaruh,” cetus Farida.

Baca Juga  Kemisteriusan Batu Dolmen yang Banyak Tersebar di Bondowoso

Menurutnya, Tahun 2020 ini adalah tahun transisi dan sekaligus tahun pandemi. Di tengah bencana wabah ini, akan berpengaruh terhadap kegiatan dan pendapatan.

“Refokusing sudah kita lakukan, yakni untuk sektor ekonomi dan kedua untuk pemulihan ekonomi,” terangnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Bondowoso, Ahmad Dhafir menjelaskan, biasanya Perubahan APBD  pasti ada tambahan program.

“Karena Covid-19, untuk pertama kalinya biasanya Perubahan APBD bertambah malah berkurang,” ringkasnya. (tif/petisi.co)

News Feed